JAKARTA – Plt. Gubernur Aceh Nova Iriansyah melalui Staf Ahli Gubernur Aceh Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Rachmat Fitri, resmi membuka Festival Ratoh Jaroe 2018 dan Festival Makanan Khas Aceh 2018, di Anjungan Aceh Taman Mini “Indonesia Indah” (TMII), Jakarta, Sabtu, 24 November 2018.

Tari Saman memang sudah mendapatkan pengakuan UNESCO tujuh tahun lalu, dalam sidang ke-6 Komite Antar-Pemerintah untuk Pelindungan Warisan Budaya tak benda (intangible) UNESCO di Bali, 22-29 November 2011.

Sementara Tari Ratoh Jaroe menjadi sorotan dunia saat ditampilkan oleh 5.000 penari dalam pembukaan Asian Games 2018, di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta, 18 Agustus 2018.

Rachmat Fitri, mengatakan, masih banyak yang mengira Tari Ratoh Jaroe sebagai Tari Saman. Padahal, ada perbedaan antara keduanya, sedangkan Tari Ratoh Jaroe penarinya perempuan dengan pakaian penarinya warna-warni, sementara Tari Saman penarinya laki-laki dengan pakaian khas mengesankan maskulin.

Selaku penyelenggara, Kelapa Badan Penghubung Pemerintah Aceh, Almuniza Kamal, menyebutkan, ada dua kegiatan perlombaan yang diadakan tersebut, yaitu Festival Ratoh Jaroe 2018 diikuti 53 peserta dari SMA/SMK dan perguruan tinggi se-Jabodetabek, dan Festival Masakan Khas Aceh dengan tema mie Aceh diikuti 12 peserta dari SMK se-Jabodetabek.

“Kedua festival itu berlangsung selama dua hari, ini merupakan agenda rutin dari Badan Penghubung Pemerintah Aceh melalui Anjungan Aceh TMII. Namun sebagian penari yang ikut merupakan penari dalam pembukaan Asian Games 2018 lalu,” ujar Almuniza.

Untuk itu, Almuniza berharap dengan semakin populernya Tari Ratoh Jaroe, akan diupayakan festival tersebut menjadi tingkat nasional pada tahun depan. Kata dia, berkenaan mie Aceh yang menjadi tema festival masakan khas Aceh, pihaknya merasa gembira selama ini mie Aceh sudah populer di Indonesia.

“Untuk tahun depan akan diusulkan tema masakan khas Aceh yang lain. Mungkin temanya bisa sie reuboh (daging cuka) merupakan makanan khas saat bulan Ramadhan dan lebaran di Aceh. Tujuannya adalah untuk mengangkat ciri khas Aceh di luar daerah,” kata Almuniza.

Saat pembukaan festival tersebut, turut hadir Manajer Program Budaya Taman Mini “Indonesia Indah”Ertis, Yulia Manikam. Anjungan Aceh disebut Ertis sebagai salah satu anjungan yang aktif menggelar kegiatan seni budaya daerah.[]rel