LHOKSUKON – Supardi, 38 tahun, mengaku terpaksa menginap di rumah mertua paska temuan tengkorak manusia di halaman belakang rumahnya yang berada di Gampong Samakurok, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, Jumat 5 Agustus 2016. Hal itu dilakukan karena anaknya terus-menerus menangis.

“Semalam kami menginap di rumah mertua yang ada di Gampong Seuneubok Pidie, Kecamatan Madat, Aceh Timur. Anak saya tak henti-henti menangis dan meminta agar tidak tidur di rumah,” kata Supardi kepada portalsatu.com, Sabtu, 6 Agustus 2016.

Ia menyebutkan, anaknya takut dengan tengkorak yang ia temukan kemarin saat menggali lubang untuk septic tank WC. “Jika anak saya tidak takut lagi, barulah saya tidur kembali di rumah,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, tengkorak manusia ditemukan warga saat menggali lubang septic tank WC (kakus) di Gampong Samakurok, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, Jumat, 5 Agustus 2016, pukul 15.00 WIB. Tim identifikasi dari Polres Aceh Utara kemudian melakukan penggalian di lokasi.

“Saya bekerja sebagai buruh bangunan dan sudah setahun lebih numpang tinggal di tanah milik almarhum Dr. Miftahuddin. Tadi siang saya menggali tanah belakang rumah untuk membuat lubang WC. Tiba-tiba terlihat sebuah bungkusan goni. Karena penasaran goni saya koyak dengan sekop dan ternyata berisi tengkorak manusia,” kata Subardi, 38 tahun, warga Gampong Samakurok kepada portalsatu.com. (Baca: Gali Kakus, Subardi Temukan Tengkorak Manusia Dalam Goni di Samakurok)