IDI RAYEK – Anggota Komisi X DPR RI Muslim, mengunjungi Gampông Tampor Paloh, yang terletak di Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur, Jumat, 5 Agustus 2016.

Gampông Tampor Paloh merupakan salah satu desa yang sangat terisolir dan terpencil di Aceh Timur. Jaraknya sekitar 170 kilometer dari Kota Langsa.

“Untuk menuju ke sana kita melakukan perjalanan kurang lebih tiga jam perjalanan dengan kendaraan bermotor, ditambah lagi dua jam perjalanan dengan menggunakan boat kayu, yang memang menjadi satu-satunya sarana transportasi menuju ke Tampor,” kata pria yang akrab disapa Bang Muslim ini kepada portalsatu.com melalui surat elektronik.

Kunjungannya dalam masa reses kali ini adalah untuk melihat langsung kondisi pendidikan di daerah pedalaman itu. Anggota Fraksi Demokrat ini tidak datang sendiri, ia didampingi Danramil, Kapolsek, Camat dan anggota DPRK setempat.

“Alhamdulillah kami disambut dengan baik oleh masyarakat Tampor Paloh,” katanya.

Masyarakat setempat berharap kedatangan anggota DPR RI ke desanya memberikan dampak positif terhadap perkembangan desa mereka. Terutama di bidang pendidikan, kesehatan dan transportasi. Anak-anak di desa itu hingga saat ini masih bersekolah dengan fasilitas seadanya, bangunan sekolah masih berdindingkan kayu dan berlantaikan tanah. Sementara jumlah pengajar sangat kurang.

Lebih lanjut Muslim mengatakan, setelah kedatangannya ke desa itu, ia bisa menyampaikan langsung kondisi riil yang ada di lapangan, khususnya terkait dengan pendidikan di Tampor Paloh. Ia akan berusaha mengajak pemerintah daerah dan pusat untuk mendukung perkembangan pendidikan di Tampor Paloh.

“Terutama sarana, mempermudah izin operasional sekolah, bantuan dana pendidikan, penambahan jumlah tenaga pengajar, dan fasilitas pendukung lainnya.”

Ia juga berharap pengembangan sarana listrik tenaga alam yang berasa dari pohon kuda-kuda di desa itu terus berlanjut. Tampor Paloh katanya saat ini menjadi pilot project untuk pengembangan listrik berbasis pohon kuda-kuda.

Proyek ini katanya berawal dari ide salah seorang pelajar MTsN Langsa, Naufal, kemudian dikembangkan oleh Pertamina di Gampông Tampor Paloh. Instalasi listrik tersebut saat ini digunakan untuk menerangi rumah sejumlah guru di SMP Merdeka.

Meski berada di pedalaman, desa ini menurutnya menyimpan potensi wisata yang sangat bagus. “Wisata air dan petualangannya  bisa dikembangkan untuk mendukung pengembangan perekonomian masyarakat,” ujarnya.[](ihn)