MEULABOH – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cut Nyak Dhien mengalami kekurangan obat-obatan. Pasien harus membeli obat di apotik luar rumah sakit. Penyebabnya, rumah sakit plat merah itu menunggak utang pada distributor obat-obatan.

Hal itu diungkapkan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat, Ahmad Yani. Tunggakan utang itu diketahui ketika tim Panitia Khusus (Pansus) DPRK Aceh Barat mendatangi ruang pelayanan obat di rumah sakit tersebut. Pansus juga menemukan adanya sejumlah alat medis yang tidak digunakan karena tidak adanya Sumber Daya Manusia (SDM), serta alat kesehatan pengadaan baru tapi sudah rusak.

“Dari tahun 2017 ada tunggakan Rp 13 miliar, kini tersisa Rp 8 miliar lagi yang belum dilunasi. Sangat disayangkan pasien yang berobat terpaksa harus membeli obat dari apotik luar. Seharusnya mereka yang berobat ke rumah sakit itu tidak perlu mengeluarkan uang sendiri, meski pun nanti di ganti kembali, ini sangat kita sayangkan,” ungkapnya.

Kepala Bidang Pelayanan Medis, RSUD Cut Nyak Dhien, Safrizal, membenarkan adanya utang obat dengan sejumlah distributor. Menurutnya utang tersebut terus dilakukan pembayaran dengan cara dicicil. [Azhar]