BANDA ACEH – Penulis serial drama Turki Fatmagul (Famososnaweb.com), Vedat Turkali, meninggal dunia. Serial drama Turki Fatmagul, dibintangi Engin Akyurek dan Baren Saat.
Solopos.com yang menghimpun informasi dari perbagai sumber, menyebutkan, Fatmagul adalah serial drama Turki yang kisahnya diangkat dari novel populer karya penulis Vedat Turkali.
Novel karya Vedat Turkali ini berjudul Fatmagulun Sucu Ne? atau jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia adalah Apa Salah Fatmagul?.
Di Turki, sebelum kisah dalam novel Fatmagulun Sucu Ne? ini diangkat menjadi serial drama, pada 1986 sudah terlebih dahulu diangkat dalam film berjudul sama. Untuk versi serial drama, skenario Fatmagul ditulis oleh Ece Yorenc and Melek Gencoglu. Sementara untuk soundtrack-nya diaransemen oleh Toygar Isikl. Serial ini berjumlah sekira 80 episode.
Vedat Turkali adalah penulis yang lahir di Samsun, Turki, 13 Mei 1919 dan masih hidup hingga saat ini. Selain Fatmagulun Sucu Ne?, Vedat juga menulis skenario Kizgin Delikanli dan The Vagabond.
Fatmagul versi serial drama ditayangkan di Turki dalam dua season. Season pertama terdiri atas 39 episode, dan telah tayang pada 16 September 2010-16 Juni 2011. Sedangkan untuk season kedua, terdiri atas 41 episode, dan tayang pada 8 September 2011-21 Juni 2012.
Engin Akyurekartis pemeran Omer di serial Cinta Elifbermain sebagai Kerim Ilgaz di setial Fatmagul. Sedangkan Beren Saat berperan sebagai Fatmagul Ketenci.
Suatu hari, Fatmagul mengalami pemerkosaan yang dilakukan oleh tiga teman Kerim, yaitu Vural, Erdogan, dan Selim. Kerim dijadikan kambing hitam oleh teman-temannya itu, Fatmagul meminta pertanggungjawaban atas kehamilannya. Padahal, Kerim tidak ikut memperkosa Fatmagul.
Sebagai pria baik-baik, Kerim bersedia menikahi Fatmagul. Lambat laun, ia mencintai Fatmagul secara tulus, namun istrinya tersebut sulit mempercayai perasaan Kerim.
Vedat Turkali, sang sastrawan dan sutradara film penting dari Turki, ini meninggal dunia akibat kegagalan organ, di sebuah rumah sakit tempat ia dirawat, di Istanbul, pada usia 97 tahun, 29 Agustus 2016. Demikian disiarkan Anadolu Agency.
Jenazah almarhum dimakamkan di pemakaman Masjid Tesvikiye, Istanbul pada siang hari tersebut. Ribuan orang menghadiri pemakamannya. Banyak tokoh masyarakat, tokoh film, penulis, atris, dan politisi ikut menghadiri pemakamannya.
Laman kalemagency.com, menyiarkan, Vedat Türkali merupakan lulusan dari Fakultas Turkology Universitas Istanbul. Dia bekerja sebagai guru sastra di Maltepe dan Sekolah Tinggi Militer Kulelii.
Vedat Türkali terkenal karena puisi rahasianya (terutama 'Istanbul' puisi) yang didistribusikan di kalangan pejuang revolusi seni untuk pertama kalinya dalam periode penindasan berat antara tahun 1944 dan 1950. Setelah tahun 1958, ketika dia dibebaskan dari penjara, ia bekerja di industri film.
Usahanya dalam industri film memiliki tempat khusus sampai hari ini dalam pembentukan dan pengembangan Cinema Turki muda. Ia juga menulis naskah drama panggung.
Novel pertamanya, One Day Sendiri, diterbitkan pada tahun 1974. Novel ini disambut dengan antusias karena mengubah fitur sinematografi menjadi bentuk novelistik tanpa membuat konsesi untuk Türkali, sebuah cara pandang baru dalam sastra.
Dalam karyanya ini, Türkali menghadapkan pembaca dengan petualangan pahit dari Turki yang penuh kontradiksi. Kemana Kapal ini Pergi (1985), yang merupakan kompilasi dari prosanya, wawancara, investigasi.
Dalam Novel Hilang (2004), ia menceritakan Turki dari tahun 1990-an dari sudut pandang seorang dokter pensiunan yang kembali ke negaranya dari pengasingan politik. Cafe dari Perjurers (2009) menceritakan panorama politik Turki tahun tujuh puluhan dan kisah cinta sementara yang mengiringinya.
Vedat Türkali dilahirkan pada 13 Mei 1919 (usia 97), di Samsun, Turki. Dalam hidupnya ia memenangkan banyak penghargaan dengan script-nya, drama, dan novel.
Vedat Türkali Milliyet pada tahun 1974, dan pada 1976 mendapatkan penghargaan Orhan Kemal atas novelnya One Day Sendiri, dan pada 1970 TRT (Turki Radio Television) memberikan untuknya Art Award dengan Cabang Harus Green.[]







