BANDA ACEH – Aktivis kebudayaan di Mapesa (Masyarakat Peduli Sejarah Aceh) menemukan koin mata uang emas dirham atas nama Sultan Alauddin Riayat Syah bin Sultan Ali Mughayat Syah.
Pada Ahad 14 Januari 2018, Mapesa meuseuraya (gotong royong) di bekas benteng Indra Purwa, di Ujong Pancu, Gampong Lam Badeuek, Lam Pageue, Peukan Bada, Aceh Besar. Mereka menemukan beberapa komplek Batu (nisan) Aceh yang tergenang dalam air laut dan diselimuti kerang-kerang.
Seorang anggota Mapesa yang ikut serta hari itu, Masykur Syafruddin, mengatakan, Mapesa juga menemukan beberapa fragment dari artefak-artefak , di antaranya keramik-keramik dari berbagai dinasti. Mulai dari Dinasti Yuan, Vietnam, Burma, Muangthai, dan Cina dari Dinasti Ming dan Dinasti Ching.
“Mapesa juga menemukan gerabah dari India Selatan, dan buatan Aceh. Juga, kami temukan satu koin mata uang emas dirham atas nama Sultan Alauddin Riayat Syah bin Sultan Ali Mughayat Syah,” kata Masykur.
Kata Masykur, Mapesa juga menemukan manik-manik dari India dan Indo Cina serta menemukan beberapa koin timah. Ditemukan pula koin keuh Bandar Aceh Darussalam 1265 H.
“Kita juga menemukan satu koin mata uang emas dirham atas nama Sultan Alauddin Riayat Syah bin Sultan Ali Mughayat Syah,” kata Masykur, yang juga kolektor artefak dan manuskrip di Pedir Museum.
Sebagaimana diketahui, Sultan Alauddin Riayat Syah dikenal dengan Al-Qahhar atau Alkahar, merupakan sultan Aceh Darussalam yang paling besar pengaruhnya pada Abad 16 Masehi, beliau yang mengirim utusan ke Istanbul dalam perjalanan yang dikenal dengan peristiwa Lada Sicupak.[]
Video dan teks: Lodins LA



