Kehadiran virus tidak semata sunnatullah, sebagai resiko alamiah atau tabiat alam yang lumrah.

Virus dan dampaknya yang melampaui
batas normal serta  mengancam keseimbangan diri dan sosial telah menjadi petaka atau musibah

Dari sekadar virus flu, campak, ebola, HIV, sars atau sekarang corona, hanyalah sebutan pengingat atas ketakberdayaan manusia, kecerobohan dan kebodohannya.

Sementara itu, perang, politik dan bisnis, penelitian dan kebebasan intelektual seakan terjalin dalam rekayasa para ahli.

Memang, yang sangat mudah adalah menyeleksi gaya hidup kita yang mengaburkan batasan baik dan buruk:
yang menggemukkan virus-virus.[]

Taufik Sentana
Banyak menulis puisi dan esai sosial