Oleh: Taufik Sentana”

Sebagai pribadi kita memiliki beragam gambaran dalam menjalankan hidup. Ini seiring dengan prinsip yang diyakini, latar belakang dan lingkungan seseorang.

Menjalankan hidup secara datar dan biasa aja dianggap sebagai titik lemah. Demikian halnya dengan terlalu berani (nekat) atau terlalu pasrah, bisa menjadi awal masalah, setidaknya menjadikan kita tidak “pergi” kemana mana, statis, tanpa kemajuan.

Disinilah visi diperlukan. Ia berisi gambaran mental, prinsip keyakinan akan capaian realistik dan ideal yang bisa diperjuangkan secara bertahap.

Dianjurkan agar visi itu mesti detail, sesuai nilai fungsi hidup kita: sebagai pribadi, muslim, kepala keluarga, finansial, profesi,  warga negara dan seterusnya.

Agaknya tidak cukup bila visi itu berupa kalimat : Menjadi lebih baik di Tahun 2021. Sebab belum menggambarkan detil kebaikan yang dimaksud agar mudah dijabarkan dalam tindakan sehari hari dan mudah ditangkap alam pikiran/bawah sadar.

Secara religi, visa bisa identik dengan Niat Besar dalam  capaian tertentu yang diyakini dapat diraih dan diperjuangkan untuk keperluan pribadi, keluarga, sosial dan kehidupan secara umum.

Jad,i mari kita mulai visi kita di tahun ini dari batasan/problematika kita hari ini. Kita mulai  dari apa yang ada bersama kita, tanpa mengabaikan segala kebaikan yang telah melingkupi kita selama ini. 

Insyaa Allah, setiap Niat Baik kita akan ditolong olehNya.[]

*Praktisi pendidikan Islam