Taufik Sentana,
Banyak menulis puisi dan esai sosial
Tentu banyak yang rindu dengan hujan
Hujan kecil yang rinai
Atau hujan deras penuh takjub
Seakan tampak kaki kaki hujan itu
bagai tarian para puteri
yang polos jelita
sambil melampai tangan
dan berlari bersama angin
Mungkin wajah hujan tak sempat
engkau saksikan, tapi gambar wajahnya
menempel di daun daun dan jalanan
yang basah serta menimpa ranting kering.
Saat ia mengangkat wajahnya
sinar dan cahaya pada cerita
sambil membungkus kenangan buruk tentang banjir atau longsor, walau keduanya bukan milik hujan.[]



