BLANGKEJEREN – Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Gayo Lues angkat bicara soal Ikatan Motor Indonesia (IMI) tidak diberikan anggaran oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) setempat untuk mengikuti Pra-PORA.
"Yang bekerja adalah Pengurus Cabang (Pengcab) olahraga beserta atlet, kenapa anggota KONI yang menerima gaji," kata H. Ibnu Hasim, Wakil Ketua DPRK Gayo Lues, Jum'at, 1 Oktober 2021.
Dia menyebut pihak yang berbuat dalam olahraga adalah atlet, sehingga maju Pengcab, dan barulah KONI menjadi hebat.
"Yang berbuat atlet, diperkuat atlet baru maju Pengcab. Kuat Pengcab, baru hebat KONI," kata Ibnu Hasim yang juga mantan Bupati Gayo Lues dua periode, mengrimkan pernyataan kepada portalsatu.com/ menyahuti berita berjudul "Tak Dapat Dukungan Dana, IMI Gayo Lues Terancam Gagal Ikut Pra-PORA".
Menurut Ibnu Hasim, di masa pandemi covid-19 ini seharusnya gaji pengurus KONI harus ditiadakan, mengigat nakes sangat kekurangan insentif. Sehingga ia sarankan agar gaji tenaga kesehatan lebih diutamakan ketimbang memberikan gaji kepada pengurus KONI Gayo Lues.
"Masa pandemi ini seharusnya gaji KONI harus ditiadakan, mengigat nakes kita sangat kekurangan insentif, saya sarankan gaji bakes lebih diutamakan ketimbang pengurus KONI saat pandemi ini," katanya.
Kegiatan olahraga di masa pandemi covid-19 ini kata Wakil Ketua DPRK tidak relevan dengan program pencegahan penanggulangan penyebaran covid-19. Event olahraga ini membuat kepercayaan masyarakat kepada pemerintah semakin berkurang.
"Karena divsatu sisi pemerinah membuat kegiatan menciptakan kerumunan sekalipun kegiatan tersebut sesuai prokes, di sisi lain menginstrukisan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM)," jelaasnya.
Diberitakan sebelumnya, dari 26 cabang olahraga di Kabupaten Gayo Lues hanya IMI yang terancam tidak mengirimkan atlet ke Pra-PORA lantaran belum ada kejelasan anggaran dari KONI. Sementara anggaran KONI Gayo Lues tahun 2021 untuk atlet Pra-PORA Rp2 miliar dan gaji anggota KONI Rp400 juta.[]




