LHOKSEUMAWE – Pimpinan Dayah Qari dan Hafizh (Qaha) Lhokseumawe, Tgk. Jamaluddin, S.Sos., mengatakan Pilkada serentak tahun 2024 harus menjadi ajang fastabiqul khairat. Jangan sampai menjadi arena permusuhan antarcalon kepala daerah dan wakil kepala daerah. Jangan pula menjadi lahan permusuhan antarmasyarakat akibat perbedaan pilihan.
“Justru, perbedaan ini adalah rahmat dari Allah agar kita mampu saling menyatukan ide dan melengkapi satu sama lain,” kata Tgk. Jamaluddin akrab disapa Waled Jamal, Jumat, 2 Agustus 2024.
Tokoh agama di Kota Lhokseumawe ini mengingatkan siapapun nanti yang terpilih menjadi wali kota dan wakil wali kota, tugas utamanya adalah menyatukan semua elemen untuk bersama-sama membangun kota ini. Mereka harus mampu menghapus identitas “awak blah noe, awak blah deh” agar dapat bergerak bersama membangun Lhokseumawe.
“Perintah kesatuan dan persatuan adalah salah satu anjuran Nabi Besar Muhammad SAW agar kita semua diberikan keselamatan dunia dan akhirat nantinya. Jiwa mempersatukan harus ada dalam diri pemimpin di Aceh, khususnya di Lhokseumawe,” ujar Waled Jamal.
Lhokseumawe merupakan salah satu kota transit, karena siapapun yang melintas ke Medan atau Banda Aceh pasti akan melewati kota ini. Oleh karena itu, kata Waled Jamal, wali kota terpilih nantinya mampu mewujudkan Lhokseumawe sebagai kota yang mempunyai identitas yang baik, pelayanan publik maksimal, kenyamanan kota yang indah, dan berlandaskan syariat Islam.
“Penguatan syariat Islam harus menjadi tujuan utama roda pemerintahan ke depan. Jika sebuah daerah sudah menjalankan syariat Islam dengan baik dan benar, maka daerah itu akan Allah berikan kenyamanan dan keamanan yang hakiki. Tetapi apabila syariat Islam diabaikan, hanya dijadikan simbol, maka kehancuran akan kita rasakan bersama,” tegasnya.
Menurut Waled Jamal, untuk mewujudkan Lhokseumawe yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur, semua elemen harus bersatu, terutama kekuatan ulama dan umara, akademisi dan birokrat, serta masyarakat. Mereka harus bersama-sama bergerak agar Lhokseumawe menjadi kota yang indah dan bermartabat.
“Kami berharap kepada semua calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Lhokseumawe nantinya agar bisa memberikan edukasi politik kepada tim sukses masing-masing. Masyarakat tidak boleh saling serang, tidak boleh saling menjatuhkan dalam kampanye. Jangan sampai masyarakat terpecah belah hanya karena Pilkada. Jika ini menjadi landasan kita semua, Insya Allah Lhokseumawe akan lahir pemimpin yang amanah dan cinta kepada rakyat,” pungkas Waled Jamal.[]




