Selasa, Juli 23, 2024

Dinkes Gayo Lues Keluhkan...

BLANGKEJEREN - Dinas Kesehatan Kabupaten Gayo Lues mengeluhkan proses pencairan keuangan tahun 2024...

H. Jata Ungkap Jadi...

BLANGKEJEREN – H. Jata mengaku dirinya ditunjuk Menteri Dalam Negeri (Mendagri) menjadi Pj....

Bandar Publishing Luncurkan Buku...

BANDA ACEH - Penerbit Bandar Publishing Banda Aceh meluncurkan sekaligus dua karya Dr....

Rombongan Thailand Selatan Kunjungi...

BANDA ACEH – Delegasi dari berbagai lembaga di Thailand Selatan mengunjungi Kantor Partai...
BerandaWali Kota Minta...

Wali Kota Minta EO Pesta Gunakan Konsep Syariah dan Modern

BANDA ACEH – Event Organizer (EO) pesta perkawinan (Wedding Organizer) harus lebih mampu mengusung unsur-unsur budaya dan etnis keacehan. Selain itu nilai-nilai Islam juga harus tetap terjaga dan menjadi bagian tidak terpisahkan dari konsep pernikahan yang dilaksanakan oleh suatu Wedding Organizer.
 
“Konsep syariah tidak akan mengurangi keindahan dan kenyamanan suatu pesta pernikahan, tetapi justru akan lebih menarik apalagi jika dipadu dengan kemodernan. Ini tantangan bagi kita,” kata Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal saat membuka Atjeh Wedding Expo II di Hermees Palace Hotel, Jumat (26/8/2016).
 
Menurut Illiza, banyaknya bisnis Wedding Organizer bermunculan seiring dengan kemajuan kota, menandakan masyarakat sudah mulai melirik Wedding Organizer untuk mempersiapkan segala sesuatu dalam sebuah pernikahan. 
 
“Apalagi pesta pernikahan di Aceh sangat luar biasa, mulai dari jumlah tamu yang datang, makanan, pelaminan, dekorasi, hingga pakaian, dan fashion masyarakat Aceh juga sangat modern untuk memeriahkan suatu pesta perkawinan,” kata Illiza.
 
Pada masa sekarang, sambungnya, para pasangan calon pengantin tidak lagi memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan pesta pernikahan sendiri. Peran wedding organizer sebagai partner sekaligus teman akan sangat membantu pasangan calon pengantin dalam mempersiapkan pesta pernikahan hingga ke hal-hal detail.
?
“Kami sangat mendukung berbagai bentuk dan upaya yang dilakukan untuk mendorong kreativitas, geliat bisnis, dan membuka kesempatan kerja khususnya bagi generasi muda. Karena semakin tinggi kreativitas pemudanya, maka akan semakin besar pula kesempatan kita untuk meningkatkan kualitas pembangunan di kota kita tercinta.”
 
Ia juga berharap, Atjeh Wedding Expo II dapat menjadi ajang promosi kekayaan budaya dan keunikan daerah, sehingga budaya Aceh khususnya prosesi pernikahan dapat lebih dikenal dan dihargai secara luas. “Mudah-mudahan acara ini dapat memberikan manfaat yang besar dan menarik minat masyarakat untuk memakai jasa wedding organizer,” pungkas Illiza.
 
Pembukaan Atjeh Wedding Expo II secara resmi ditandai dengan pemotongan pita di gerbang area stan pameran oleh wali kota. Selanjutnya Illiza didampingi General Manager Hermes Palace Hotel Safrial Munas dan tamu undangan lainnya turut meninjau sejumlah stan yang berada di lobby lounge hotel bintang empat tersebut.
 
Ketua panitia Fitri Handayani menyebutkan Atjeh Wedding Expo II yang akan berlangsung hingga Minggu (28/8) besok digelar dalam rangka HUT Hermes Palace Hotel yang ke-10. “Selain untuk mempromosikan hotel, melalui ajang ini kami berharap dapat memberi inspirasi bagi para calon mempelai. Atjeh Wedding Expo merupakan bukti kecintaan kita semua terhadap adat, seni dan budaya Aceh.”
 
Sebagai pameran wedding terbesar di Aceh, Fitri mengungkapkan selain diikuti oleh para pelaku industri pernikahan lokal, acara ini juga diikuti oleh sejumlah peserta dari luar daerah. “Rangkaian acaranya terdiri dari pameran, fashion show busana muslim, seminar calon linto dan dara baro, lomba rias pengatin, dan live music oleh band lokal,” katanya.[]

Baca juga: