LHOKSEUMAWE – Wali Kota Suaidi Yahya merombak kabinet pemerintahannya melalui upacara mutasi pejabat eselon II, di Aula Kantor Wali Kota Lhokseumawe, Senin, 1 Oktober 2018, sore. Ekses dari perombakan itu membuat jabatan sejumlah kepala dinas (kadis) lowong dan akan ditunjuk pelaksana tugas (Plt.).
Informasi diperoleh portalsatu.com/, pelantikan para pejabat eselon II, III dan IV itu turut dihadiri Wakil Wali Kota Lhokseumawe, Yusuf Muhamamd, Sekda Bukhari dan para Asisten Setda.
Adapun pejabat eselon II yang dilantik Wali Kota Suaidi Yahya ialah Ishaq Rizal sebagai Staf Ahli Wali Kota Bidang Pembangunan (sebelumnya menjabat Kepala Dinas Perhubungan), Mulyanto Kepala Dinas Perhubungan (sebelumnya Plt. Kepala Bappeda), T. Adnan menjadi Inspektur/Kepala Inspektorat (sebelumnya Staf Ahli Wali Kota Bidang Pembangunan).
Berikutnya, Ramli Kepala Disperindagkop (sebelumnya Sekretaris Dewan/Sekwan), Syuib menjadi Sekwan (sebelumnya Kadis Sosial), Ridwan Kadis Sosial (sebelumnya Kepala Badan Kesbangpol), dan T. Masnyur Kepala Badan Kesbangpol (sebelumnya Kepala Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah).
Sedangkan pejabat eselon III yang dilantik adalah Bakhtiar sebagai Camat Banda Sakti, Heri Maulana Pj. Camat Muara Dua, Salahudin Kepala Bidang Program Bappeda (sebelumnya Kabag Pembangunan Setda Lhokseumawe), Safarudin Kepala Bagian Pembangunan Setda (sebelumnya di Dinas PUPR).
“Sedangkan Amirudin, yang selama ini menjabat Kabid Program Bappeda, pindah tugas ke Pemerintah Aceh,” ujar Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Lhokseumawe, Mohd. Nur, dihubungi portalsatu.com/, Senin malam.
Mohd. Nur menyebutkan, dalam mutasi itu juga dilantik seorang pejabat eselon IV, Irfandi sebagai Kepala Sub-Bagian Umum Baitul Mal.
“Selain itu, Pak Rusli Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dilantik menjadi pengawas sekolah. Jadi, Pak Rusli sudah memasuki masa pensiun, sehingga tidak bisa lagi menjabat Kadis. Namun, karena Pak Rusli mendapat SK dari Presiden menjadi fungsional sehingga tidak pensiun untuk lima tahun ke depan,” kata Mohd. Nur.
Mohd. Nur mengatakan, rotasi jabatan eselon II itu merupakan hasil job fit atau uji kesesuaian seluruh pejabat eselon II yang dilakukan beberapa bulan lalu.
Mohd. Nur mengakui, hasil perombakan kabinet atau rotasi jabatan itu membuat lowong jabatan sejumlah Kadis atau Kepala Satuan Kerja Perangkat Kota (SKPK) Lhokseumawe. Yakni, Kepala Bappeda, Kepala Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah, serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (PK).
“Khusus Kadis PK karena itu tadi, Pak Rusli beralih ke fungsional sebagai pengawas sekolah,” kata Mohd. Nur.
Menurut Mohd. Nur, Wali Kota Suaidi akan mengisi jabatan Kadis/Kepala SKPK yang masih lowong itu melalui seleksi terbuka atau lelang jabatan. “Untuk sementara mungkin akan ditunjuk Plt., kita tunggu kebijakan Pak Wali, besok, siapa yang akan ditunjuk jadi Plt. (untuk Kepala Bappeda, Kadis Syariat Islam dan Pendidikan Dayah, serta Kadis PK),” ujarnya.
Ditanya soal Mulyanto yang sebelumnya Plt. Kepala Bappeda kini dilantik menjadi Kadis Perhubungan, Mohd. Nur mengatakan, “Pak Mulyanto sudah ada rekomendasi dari KASN (Komisi Aparatur Sipil Negara), dan uji kompetensi yang dilakukan tim Assessor Kantor Regional XIII BKN Aceh, sehingga sudah bisa menjadi kadis definitif”.[](idg)





