Jumat, Juli 19, 2024

Inilah Struktur Lengkap Kepengurusan...

BANDA ACEH - Ketua Umum Majelis Syuriah Pengurus Besar Himpunan Ulama Dayah Aceh...

Samsul Azhar Dilantik sebagai...

BANDA ACEH - Pj. Gubernur Aceh, Bustami Hamzah, melantik Samsul Azhar sebagai Pj....

Ini Kata Camat Tanah...

ACEH UTARA - Pemerintah sedang melakukan pendataan bangunan yang rusak akibat diterjang badai...

JPU Tuntut Lima Terdakwa...

BANDA ACEH - Jaksa Penuntut Umum menuntut empat terdakwa perkara dugaan korupsi pada...
BerandaNewsWali Nanggroe dan...

Wali Nanggroe dan Konjen Singapura Bahas Potensi Investasi di Aceh

MEDAN – Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al Haythar melakukan pertemuan dengan Konsulat Jenderal (Konjen) Singapura di Medan, Jumat, 12 Agustus 2022.

Kabag Kerja Sama dan Humas Wali Nanggroe Aceh, M. Nasir Syamaun MPA., mengatakan kedatangan Wali Nanggroe ke Konjen Singapura di Medan kali ini memenuhi undangan Independence Day of Singapore atau peringatan Hari Kemerdekaan ke-57 Singapura.

Seremoni kegiatan Hari Kemerdekaan Singapura oleh Konjen Singapura di Medan digelar Jumat, 12 Agustus 2022, malam.

“Sebelum hadir ke acara seremoni, Wali Nanggroe secara khusus diundang jamuan makan siang oleh Konjen Singapura Dr. Edmund Chia,” kata Nasir.

Banyak hal didiskusikan antara Wali Nanggroe dan Konjen Singapura.

“Pascatsunami dan Mou Helsinki, Aceh terus melakukan berbagai upaya ke arah positif. Pembangunan ekonomi, pendidikan, peningkatan SDM dan bidang-bidang lainnya. Serta juga membangun fondasi good and clean governance, dan fondasi-fondasi politik sesuai kekhususan dan keistimewaan yang dimiliki Aceh pasca-MoU Helsinki,” kata Wali Nanggroe.

“Semua itu terus kita kerjakan sampai saat ini,” tambah Wali Nanggroe didampingi Staf Khusus Dr. M. Raviq.

Wali Nanggroe juga menyampaikan undangan kepada Edmund untuk hadir langsung pada acara peringatan Hari Damai Aceh, 15 Agustus, di Banda Aceh.

Menanggapi pertemuan tersebut, Edmund mengatakan dirinya secepat mungkin akan merencanakan kunjungan ke Aceh dalam rangka memenuhi undangan Wali Nanggroe.

“Ya kami juga membahas tentang besarnya potensi di Aceh, sangat banyak peluang untuk berinvestasi. Sangat banyak juga koneksi sejarah antara kita, dan ini sangat penting, bagaimana kita dapat menjadikan ini (hubungan Aceh-Singapura) menjadi kuat,” ujar Edmund usai pertemuan.

Menurut Edmund, Aceh memiliki potensi luar biasa. Banyak area yang dapat dimanfaatkan sebagai green energy, ketahanan pangan, dan pariwisata.

“Dan yang lebih penting adalah masyarakat di Singapura harus tahu dan mengerti bahwa Aceh luar biasa, dan terbuka bagi siapa saja yang ingin berinvestasi atau berwisata ke,” ujar Edmund.[](ril)

Baca juga: