BANDA ACEH – Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud Al-Haytar, dipastikan menghadiri pembukaan pameran bertema ''Batu Nisan Aceh – Dan Sumbangannya Bagi Pengetahuan Sejarah Kebudayaan dan Peradaban Islam di Asia Tenggara”, di Museum Aceh, Selasa pagi 9 Mei 2017.

“Petugas protokoler Wali Nanggroe mengabarkan bahwasanya PYM akan hadir. Jika memang PYM Wali Nanggroe bersedia hadir, maka di kesempatan ini, beliau dapat mengajak semua institusi yang membidangi kebudayaan untuk saling bekerjasama mengembalikan nilai-nilai budaya yang selama ini tersimpan dan tidak terpublikasi dengan benar,” kata Almuniza Kamal, staf Museum Negeri Aceh yang mengkoordinir pameran tersebut.

Almuniza mengatakan, pada pembukaan besok, Wali Nanggroe dapat mengajak publik Aceh untuk menjaga benda-benda cagar budaya yang ada di Aceh.

“Pameran ini berlangsung dari 9 sampai 16 Mei 2017 di Museum Negeri Aceh, terbuka untuk umum,” kata Almuniza Kamal.

Staf protokoler Wali Nangggroe Aceh saat dihubungi portalsatu.com, yang meminta namanya dirahasiakan karena pembatasan bicara di media, mengatakan, Wali Nanggroe Aceh memastikan akan menghadiri pembukaan pameran Batu Nisan Aceh tersebut.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pameran yang berlangsung selama enam hari tersebut, direncanakan dibuka oleh Gubernur Aceh dan dihadiri Wali Nanggroe serta tamu-tamu penting lainnya. Panitia menargetkan pameran selama enam hari tersebut akan dikunjungi oleh sekira dua puluh ribu pengunjung.

Sebelumnya, Gubernur Aceh Zaini Abdullah menyatakan segera mengeluarkan peraturan gubernur (Pergub) tentang Batu Nisan Aceh, dan mendaftarkan benda warisan dunia Islam dari peradaban Aceh tersebut di UNESCO sebagai benda warisan budaya dunia.[]