BANDA ACEH – Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud Al Haytar melalui keterangan tertulisnya menyampaikan terima kasih atas Keputusan Plt Gubernur Aceh bersama Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) yang telah bersepakat memutuskan penghentian tender pengadaan barang dan jasa yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) untuk kemudian dilihkan bagi pencegahan dan penanganan dan dampak Coronavirus Disease-2019 (Covid-19) di Aceh.
“Saya berharap realokasi APBA bisa digunakan untuk penanganan kebutuhan pokok bagi masyarakat kurang mampu, di seluruh gampong yang ada di Aceh, agar kebutuhan utama pangan masyarakat seluruhnya dapat terpenuhi secara baik, agar tidak ada rakyat yang kelaparan di tengah wabah Covid -19 ini,” ujar Malik Mahmud Al Hayta, 9 April 2020.
Wali Nanggroe juga meminta kepada pimpinan partai politik yang telah menempatkan perwakilannya di Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), agar mencari solusi yang menguntungkan bagi semua pihak dalam penyusunan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) DPRA, supaya dapat segera bekerja guna memastikan hak-hak rakyat dapat terpenuhi.
“Saya percaya Plt Gubernur Aceh dapat menyelesaikan permasalahan ini secara baik dan berkomitmen. Situasi dan kondisi menghadapi musibah ini,” lanjut Malik Mahmud Al Haytar.
Selain itu Wali Nanggroe juga mengimbau agar sikap tidak saling percaya (distrus) yang selama ini terjadi antara eksekutif dan legislatif Aceh dapat dikesampingkan, untuk kemudian bersama-sama secara kompak dan saling bahu membahu melindungi dan membantu rakyat Aceh di tengah wabah virus corona.
Ia menambahkan, komitmen-komitmen baru perlu segera dihadirkan guna penyelesaian permasalahan ini. Aturan-aturan baru yang menguntungkan semua pihak harus dapat dicarikan mekanismenya, jangan sampai aturan yang dibuat malah berpotensi mengekang kebebasan atau kemampuan manusia itu sendiri, karena rakyat membutuhkan kemampuan wakilnya untuk berkerja dan berkarya demi kesejahteraan bersama.
Kemudian untuk seluruh jajaran Komite Peralihan Aceh (KPA), Wali Nanggroe meminta agar membantu dan mendukung sepenuhnya kerja-kerja para dokter dan tim medis, aparat TNI maupun Polri, dalam penanganan dan pencegahan wabah Covid-19 di Aceh.
“Buat kordinasi yang baik dan terstruktur agar dapat saling berbagi peran, baik di tingkat gampong, kecamatan, kabupaten/kota maupun di seluruh Aceh. Anda semua dahulu sudah berjuang untuk kepentingan Aceh dengan ikhlas dan tanpa mengharap jasa, saatnya sekarang Anda kembali berjuang demi kemanusiaan dan kesehatan bagi rakyat Aceh tercinta ini,” tegasnya.
Karena pendemi Covid-19 diperkirakan akan berlangsung selama beberapa bulan ke depan, Wali Nanggroe juga mengimbau kepada masyarakat atau kelompok masyarakat untuk membuat dana donasi di gampong masing-masing, karena kamampuan pemerintah masih terbatas.
Kepada intelektual dan akademisi di berbagai universitas dan perguruan tinggi di Aceh, Wali Nanggroe juga berharap dapat membuat stimulus/skema penyebaran Covid-19 di Aceh dan metode pencegahannya, serta mekanisme bantuan kepada masayarakat kurang mampu, agar dapat dipenuhi dengan baik dan tepat sasaran, serta besaran anggaran yang dibutuhkan untuk memastikan, agar aspek kemanusiaan, aspek keadilan sosial serta dampak ikutannya bisa dipetakan secara baik dan dalam jangka waktu yang dibutuhkan.
“Pandemi Covid-19 ini, akan berdampak kuat kepada struktur sosial dan mungkin akan menyentuh perubahan dalam peradaban manusia di masa mendatang,” tambahnya.
Wali Nanggroe juga meminta agar ulama dan tokoh masyarakat dilibatkan dalam program-program sosialisasi kepada masyarakat, agar semua kebijakan yang diambil oleh pemerintah sesuai dengan ajaran syariat Islam serta karakter dan budaya Aceh, guna menghindari kesalahpahaman serta untuk efektivitas lalu lintas informasi yang ingin disampaikan oleh pemerintah kepada masyarakat.
Sementara itu kepada Perwakilan Bank Indonesia (BI) di Aceh serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Perwakilan Aceh, serta lembaga keuangan yang beroperasi di Aceh, maupun institusi sejenis yang ada di Aceh, agar memberikan kelonggaran waktu untuk debitur dalam melaksanakan kewajibannya untuk jangka waktu 6 bulan sampai 1 tahun ke depan.
Wali Nanggroe juga menyampaikan ucapan terima kasih dan penghormatan yang tinggi kepada para dokter, petugas medis, staf kesehatan serta relawan kemanusiaan, dan Tim Gugus Tugas Covid- 19 di seluruh Aceh, atas dedikasi dan jerih payah tanpa kenal lelah yang telah ditunjukkan selama ini dalam melayani pasien baik ODP, PDP maupun pasien positif Covid-19 di berbagai rumah sakit di Aceh.
Ucapan terima kasih juga saya sampaikan kepada Panglima Kodam Iskandar Muda beserta seluruh jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepala Kepolisian Daerah Aceh beserta seluruh jajaran Kepolisian Republik Indonesia (Polri), yang telah bekerja keras secara persuasif dan bijaksana dalam menegakan protokol penanganan penanggulangan penyebaran Covid-19 di Aceh.
“Saya bersama seluruh jajaran Lembaga Wali Nanggroe Aceh, Majelis Tuha Peut, Majelis Tuha Lapan, Majelis Fatwa berserta segenap unsurnya, akan selalu siap membantu, mendukung dan berjuang bersama komponen lain di Aceh, agar pencegahan, penanganan serta dampak penanganan wabah Covid-19 yang melanda di Aceh dapat kita lalui secara baik, aman dan lancar,” pungkasnya.[rilis]






