Jumat, Juli 26, 2024

Warga Lhoksukon Dihebohkan Penemuan...

LHOKSUKON - Masyarakat Gampong Manyang, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, dihebohkan penemuan mayat laki-laki...

Capella Honda Gandeng Jurnalis...

BANDA ACEH - Dalam rangka kampanye Sinergi Bagi Negeri, PT Astra Honda Motor...

Kejari Gayo Lues Eksekusi...

BLANGKEJEREN - Kejaksaan Negeri Kabupaten Gayo Lues kembali mengeksekusi uqubat cambuk terhadap delapan...

Pj Bupati Gayo Lues...

 BLANGKEJEREN - Askab PSSI Kabupaten Gayo Lues mulai mengelar pertandingan sepak bola Antar...
BerandaBerita Aceh UtaraWarga Aceh Utara...

Warga Aceh Utara Meninggal Diduga Dianiaya, Ini Penjelasan Polisi

ACEH UTARA – Warga Gampong Teungoh, Kecamatan Meurah Mulia, Aceh Utara, Ismail (73), diduga dianiaya pelaku berinisial S (41), warga Gampong Glong, Syamtalira Bayu, di Gampong Glong, Jumat, 7 Juni 2024.

Pengakuan keluarga korban, akibat penganiayaan tersebut Ismail meninggal dunia karena pelaku memukul korban di bagian leher samping kiri menggunakan tangan. Namun, Kapolsek Syamtalira Bayu, Iptu Sirya Iqbal, menyebut pelaku menampar korban di bagian mulut.

Anak kandung korban, Fauzari, kepada wartawan, Kamis, 13 Juni 2024, mengatakan mulanya pada Jumat (7/6), sekitar pukul 09.00 WIB, ayahnya datang ke kedai untuk minum kopi pagi di Gampong Glong. Saat itu, Ismail sempat berbincang dengan warga di lokasi tersebut membahas isu politik di Aceh. Lalu, korban dan pelaku terlibat cekcok atau adu mulut, sehingga terjadi penganiayaan.

“Setelah percekcokan, pemilik kedai menyuruh pelaku pulang, tapi yang bersangkutan tidak mau meninggalkan lokasi kejadian. Maka ayah saya bangun dari tempat duduk untuk membayar uang ngopi, hendak pulang ke rumah yang tidak jauh dari kedai (warung kopi) tersebut, diperkirakan jaraknya kurang lebih 50 meter,” kata Fauzari ditemui di rumah duka, Gampong Teungoh, Meurah Mulia.

“Tiba-tiba, pelaku menghampiri ayah saya memukul satu kali di bagian leher sebelah kiri menggunakan tangan, sehingga beliau muntah-muntah. Kemudian warga yang ada di sana membantu membawa pulang ke rumah. Sampai di rumah, tidak lama berselang, ayah saya meninggal dunia sekitar pukul 09.45 WIB pada hari kejadian,” tambah Fauzari.

Menurut Fauzari, meski ayahnya telah meninggal dunia, ketika itu sempat dibawa ke Rumah Sakit Umum Cut Meutia (RSUCM) di Lhokseumawe menggunakan mobil ambulans Puskesmas Syamtalira Bayu untuk dilakukan visum.

“Usai keperluan di rumah sakit, selanjutkan almarhum dibawa pulang ke rumah keluarga di Gampong Glong untuk disalatkan jenazah. Setelah itu, baru kami bawa pulang ke rumah asalnya di Gampong Teungoh, Kecamatan Meurah Mulia. Tiba di sini, masyarakat juga melakukan salat fardu kifayah untuk kemudian dikebumikan di gampong,” ungkap Fauzari.

Fauzari menyebut pihak keluarga sudah melaporkan kejadian itu ke Polsek Syamtalira Bayu. Informasi dia peroleh, S, pelaku penganiayaan tersebut sudah diamankan pihak Polsek Syamtalira Bayu. “Intinya, kami selaku keluarga ingin meminta keadilan untuk diproses pelaku sesuai hukum berlaku”.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Henki Ismanto, melalui Kapolsek Syamtalira Bayu, Iptu Sirya Iqbal, dikonfirmasi portalsatu.com, Kamis (13/6), membenarkan adanya kasus dugaan penganiayaan tersebut. Penanganan kasus tersebut sudah dilimpah ke Polres Lhokseumawe, tapi pelaku sementara diamankan di Polsek Syamtalira Bayu.

“Sebelumnya kami sudah menerima laporan yang dilaporkan anak korban (Fauzari). Saat itu ketika kami membawa (korban) ke rumah sakit (RSUCM) bahwa berdasarkan keterangan dokter untuk hasil visum tidak muncul adanya tanda-tanda kekerasan. Sedangkan peristiwa dugaan tindak pidana itu ada kejadiannya, memang benar pelaku menampar korban di bagian mulut sesuai keterangan saksi dan pelaku,” ujar Sirya Iqbal.

Menurut Sirya Iqbal, tidak ada saksi yang melihat korban dipukul di bagian leher, dan tidak ada keterangan seperti itu. “Tapi, korban hanya ditampar di bagian mulut oleh pelaku. Maka kita perlu meminta keterangan lebih lanjut dari pelapor, dari siapa mendapat informasi korban dipukul di leher. Sedangkan sejumlah saksi telah diperiksa, tidak ada yang menyampaikan (pemukulan) pada bagian leher”.

“Intinya, kami kerja sesuai prosedur. Saat ini kasus ini kita limpahkan ke Polres Lhokseumawe. Status pelaku saat ini kami amankan di Polsek, bukan penahanan dan belum tersangka karena masih perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Yang jelas korban bukan meninggal di TKP (Tempat Kejadian Perkara),” kata Sirya Iqbal.[]

Baca juga: