JAKARTA – Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) memfasilitasi Pemerintah Kabupaten Aceh Timur untuk bertemu dengan salah satu warganya, Ismail Ibrahim (46), yang tiba-tiba menderita lumpuh pada awal tahun 2019 lalu.
Lelaki tersebut warga Desa Tanoh Anou, Kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur. Saat ini Ismail menetap di rumah mertuanya di RT 14 RW 7, Kelurahan Pademangan Barat, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara.
Kepala BPPA, Almuniza Kamal, S.STP., M.Si., mengaku sudah memperoleh kabar tersebut yang tersebar di jejaringan sosial WhatsApp. Karenanya, Almuniza segera mengirim Kepala Sub Bidang Pelayanan Masyarakat untuk menanganinya.
“Namun, setelah kita cek ke lokasi, kakak kandung Ismail, Kamaliah mengatakan bahwa adiknya tersebut nantinya akan dijemput oleh Dinas Sosial Kabupaten Aceh Timur. Padahal, rencananya Ismail akan kita bawa pulang,” jelas Almuniza, Rabu, 27 Agustus 2019.
Ditemui Selasa, 27 Agustus 2019, Ismail mengaku ditinggal istrinya saat dia mulai menderita lumpuh. Dengan keadaan seadanya, dia mengurus sendiri anaknya sambil menjual batu cincin demi menghidupi tiga anaknya tersebut.
“Aneuk lon meureh–reh (anak-anak saya terlantar),” ujarnya kemarin.
Ismail berharap segera dipulangkan ke kampung halamannya. Sebab di rantau Ismail tidak memiliki seorang kerabat pun.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Aceh Timur, Ir. Elfiandi, melalui Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), Rahmad Hidayat, mengatakan sesuai dengan perintah Bupati Aceh Timur, Ismail Ibrahim beserta anaknya secepatnya dipulangkan ke Aceh Timur.
“Setelah mendapatkan info dari kakak kandung Ismail Ibrahim, Kamaliah, Bupati Aceh Timur langsung merespons permintaan pemulangan Ismail. Dan Insya Allah, besok, Kamis, 29 Agustus akan segera diterbangkan menggunakan pesawat Lion,” ujarnya.
Rahmad Hidayat menambahkan, setiba di lokasi penjemputan di Kelurahan Pademangan Barat, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara, ada kesepatakan antara keluargan Ismail di Jakarta dengan pihak keluarga sebelah ibu terkait siapa saja yang akan dibawa pulang.
“Maka dalam kesepakatan itu akhirnya diputuskan hanya membawa pulang dua anak yakni Mukhlis Ilfad (12), dan Adnan Soleh (9). Sedangkan Irma Mulyani (5) akan tinggal bersama neneknya, disaksikan oleh seluruh pihak keluarga dari pihak istri Ismail,” ujarnya.
Saat ini, Ismail beserta dua anaknya terlebih dulu ditampung di Rumah Singgah BPPA untuk kemudian dibawa pulang besok ke Aceh menggunakan pesawat Lion Air, besok siang, 28 Agustus 2019.[](rilis)




