SIGLI – Masyarakat Kecamatan Batee Kabupaten Pidie sambut baik rencana pembangunan pabrik semen di kawasan itu. Asalkan tenaga kerja diutamakan warga lokal.
Hal itu dikatakan tokoh masyarakat Batee, Abdullah Maddan, pada acara silaturahmi pihak PT Semen Indonesia dengan tokoh masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Pidie, Senin 1 Februari 2016 di Masjid Syuhada, Gampong Tuha Calong Kecamatan Batee.
Dalam pertemuan dihadiri sekitar 100 orang dari berbagai unsur itu, Abdullah yang juga mantan anggota DPRK Pidie ini mengatakan, dengan adanya pembanguna pabrik semen di kawasan mereka, tentunya membawa pengaruh besar bagi perekonomian warga setempat dan daerah.
“Kami harapkan prioritas utama tenaga kerja diambil dari warga Kecamatan Batee. Itupun sesuai kemampuan sumber daya manusia (SDM),” pinta Abdullah di hadapan seratusan peserta silaturahmi dari berbagai unsur.
Selama ini, lanjut dia, kehidupan warga setempat kebanyakan masih bergantung pada laut. Mereka merupakan nelayan tradisional dengan pendapatan masih di bawah standar. “Semoga hadirnya pabrik semen dapat membawa kesejahteraan bagi warga setempat,” harap Abdullah.
Sementara Wakil Bupati Pidie, M Iriawan, S.E., mengatakan, pemerintah kabupaten menyambut baik rencana pembangunan pabrik semen di Pidie. “Kami mendukung penuh pembangunan pabrik semen di Batee. Semoga rencana itu cepat terwujud,” harap wabup.
Iriawan mengakui saat ini tingkat kehidupan masyarakat Pidie masih banyak di bawah garis kemiskinan yang salah satunya disebabkan sempitnya lapangan kerja. Dengan adanya pabrik semen, tentunya akan mengurangi kemiskinan.
Pembangunan pabrik semen di Pidie, lanjut Iriawan, sudah direncanakan sejak tahun 1993, namun hanya sebatas wacana yang belum ada realisasinya. “Tahun ini kita harap rencana itu benar-benar terealisasi sehingga dapat membawa manfaat bagi masyarakat,” imbuhnya.
Komisirasi Independen PT Semen Indonesia, Letjen Purnawirawan TNI Hadi Waluyo, mengatakan pihaknya terus berupaya agar proses pembangunan pabrik semen segara dilaksanakan. “Saat ini masih dalam pengurusan perizinan. Insyaallah, 2017 akan dimulai pembangunan yang membutuhkan masa 30 bulan,” jelas Hadi.
Jika rencana itu terwujud, lanjut Hadi Waluyo, kebutuhan semen di Indonesia yang selama ini kurang dapat terpenuhi. “Saat ini PT Semen Indonesia baru bisa memproduksi 50 juta ton per tahunnya. Sementara kebutuhan lebih dari itu, sehingga banyak semen luar negeri beredar di tempat kita,” paparnya. Kata dia, pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan produksi semen tanah air, di tahun 2030 produksi semen Indonesia akan mencapai 100 juta ton per tahnnya.
Dalam silaturrami tersebut dihadiri juga, Kajari Sigli Rahmad Vidianto, Kepala Bappeda Pidie, Muhammad Adam ST, Wakil Ketua DPRK Pidie, Jamaluddin, Perwira Penghubung Kodim 0102 Pidie, Mayor Inf Alfian dan para Geusyik dalam kecamatan Batee.[](idg)

