ACEH BARAT – Warga di Kecamatan Kaway XVI, Kabupaten Aceh Barat, menutup ruas Jalan Meulaboh-Tutut, di kawasan Putim-Meunasah Rambot-Cot Trueng, dan Alue On, kecamatan setempat.
Akses jalan utama tersebut sengaja ditutup karena hingga saat ini ruas jalan tersebut tak kunjung dilakukan pengaspalan. Sementara jalan tersebut sering dilintasi kendaraan, sehingga debu dari jalan sering masuk ke rumah warga.
“Rata-rata semua batuk. Kita 80 rumah yang merasakan. Kalau di rumah sudah berdebu semua,” ungkap warga setempat, Zusmandi (35), kepada portalsatu.com/, Sabtu, 2 Juni 2018.
Zusmandi menyebutkan, proyek perbaikan jalan lintas provinsi tersebut sudah lama vakum. “Rekanan dan pengawas pun hilang jejak tak kunjung datang,” ujarnya.
Menurut dia, ini kali keduanya warga memblokade jalan. Sebelumnya, jalan itu sempat diblokade warga dengan menaruh pohon pinang dan pisang, drum hingga ban di atas jalan.
Pantauan di lokasi, Sabtu, 2 Juni 2018 pagi, jalan diblokade dengan dedaunan, batang pohon, hingga box yang terbuat dari kayu dibentang di sepanjang keempat desa.
Aksi tersebut berakhir pada Sabtu, 2 Juni 2018 siang, yang ditandai dengan ditandatanganinya surat perjanjian antara pihak rekanan dan perwakilan warga. Pihak rekanan berjanji akan melakukan penyiraman jalan yang masih dalam proses perbaikan tersebut, sehingga debu yang timbul akibat jalan dilewati oleh para pelintas tak berimbas pada warga setempat.
Sempat dilaporkan
Sebelumnya, proyek pengerjaan Jalan Meulaboh-Tutut yang dikerjakan oleh rekanan PT Citra Karsa ini sempat dilaporkan LSM Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh Barat kepada pihak kepolisian Aceh Barat, 17 Januari 2018 lalu.
Proyek bersumber dari dana Otsus miliaran rupiah itu diduga dikerjakan “asal jadi”, sehingga kualitas jalan dipertanyakan karena rawan pecah.
Sejauh ini portalsatu.com/ belum berhasil menghubungi para pihak terkait untuk memperoleh keterangan lebih lanjut.[]
Penulis: Rino Abonita



