SIGLI – Kebakaran melanda Gampong Keramat Dalam, Kecamatan Kota Sigli, Pidie, Jumat, 1 Juni 2018, sekira pukul 21.00 WIB, saat warga sedang menjalankan salat Tarawih. Kobaran api menghanguskan 23 bangunan. Namun, hingga kini belum diketahui secara pasti sumber api penyebab kebakaran itu. Polisi masih melakukan identifikasi di lokasi kejadian.

Puluhan petugas gabungan dari kepolisian, TNI, dan pemadam kebakaran Pemerintah Kabupaten Pidie hingga Sabtu, 2 Juni 2018, pukul 10.00 WIB, masih berupaya melakukan pembersihan dan pemadaman sisa api dari puing–puing bangunan dan tumpukan sampah yang terbakar.

Terlihat juga Muhammad Zaini A. Karim, Keuchik Gampong Keramat Dalam, berkoordinasi dengan personel polisi dan TNI untuk mengeluarkan barang, yang mudah terbakar berupa mercon, dari gudang berada di depan bangunan toko terbakar. Penyitaan itu dilakukan untuk mengantisipasi meluasnya rambahan api.

Berdasarkan pendataan dilakukan Keuchik Zaini, sebanyak 23 bangunan terdiri dari 16 rumah, empat toko dan tiga kios ludes dilalap si jago merah, sehingga kerugian ditaksir miliaran rupiah. Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Tidak ada pula korban yang mengungsi, karena  warga yang rumahnya terbakar saat ini ditampung sementara oleh sanak keluarganya. Sedangkan pedang kios dan toko, menurut Zaini, rata-rata bukan warga Keramat Dalam.

“Tidak ada tempat pengungsian, karena semua korban ditampung di rumah keluarganya,” ujar Keuchik Zaini didampingi Sekcam Kota Sigli, Zulfikar, sembari memperlihatkan data korban kebakaran.

Sementara di lokasi reruntuhan tampak petugas dari Satuan Reskrim Polres Pidie sedang melakukan identifikasi beberapa tempat dan mengambil sampel untuk bahan penyelidikan penyebab kebakaran. Tim indetifikasi dipimpin Kasat Reskrim Polres Pidie, AKP Mahliadi.

Ketika ditanya berdasarkan hasil penyelidikan apa yang menyebabkan kebakaran rumah warga serta pertokoan itu, Mahliadi mengatakan, hingga saat ini belum bisa memberikan jawaban sumber api dari mana, karena pihaknya masih malakukan penyelidikan.

“Hasil indentifikasi pun belum bisa kita berikan sekarang. Kita masih melakukan penyelidikan asal api yang menyebabkan sejumlah bangunan hangus,” ujar Mahliadi kepada portalsatu.com/ di lokasi kejadian.

Dia mengakui ada toko yang menjual mercon atau petasan. Namun pihaknya belum bisa menyimpulkan penyebabnya adalah mercon.

Sementara sejumlah warga Kramat Luar mengatakan, dugaan mereka sumber kebakaran itu berawal dari mercon atau kembang api yang dibakar anak-anak. Karena kembang api gasing yang berputar hingga masuk ke tumpukan sampah mudah terbakar. “Mercon gasing yang dibakar anak-anak dan membakar sampah hingga menjalar ke gudang penyimpanan barang termasuk mercon yang berada dekat rumah warga”.

“Percikan api terbang di udara itu berasal dari bangunan pertokoan yang menyimpan mercon, karena sudah terbakar terjadilah ledakan sembari api berterbangan ke udara,” cerita warga yang tidak ingin ditulis namanya.

Berikut data bangunan rusak berat/hangus dilalap api mulai dari bangunan rumah:

Rumah H Hasbi (rusak berat)

Rumah H Burhan (rusak berat)

Rumah Marwan Mico (rusak berat)

Rumah M Nur Sabi (rusak berat)

Rumah Ibrahim (rusak berat)

Rumah M. Nasir Puspa (rusak berat)

Rumah Azhari Ali (rusak berat)

Rumah Nurma (rusak sedang)

Rumah Zubaidah (rusak berat)

Rumah Sahlan (rusak berat)

Rumah H Burhan (rusak berat)

Rumah Zainal Usman/Marjoni (rusak berat)

Rumah M Hasan (rusak berat)

Rumah sewa milik Kartini ditempati oleh Yuliana (rusak berat)

Rumah Azwani Yacob (rusak berat)

Rumah T Aiyub (rusak sedang)

Empat Ruko hangus terbakar (rusak berat) milik Sofyan, Darwin, Muslim, dan satu toko lagi belum diketahui pemiliknya. Tiga kios terbakar (rusak berat) milik Zubaidah disewa Sudirman, kios milik Zubaidah disewa Ramadhan, dan kios milik Zubaidah disewa Ibrahim.[]