LHOKSEUMAWE – Masyarakat membongkar sebuah makam korban konflik Aceh di kawasan semak belukar lahan milik Pertamina, berdekatan dengan Bandara Malikussaleh di Gampong Paya Rubek, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara, Senin 24 April 2018 sekira pukul 10.00 WIB.
Warga menemukan satu kerangka yang diduga Iswardi Azid, warga Lhok Bayu, Kecamatan Sawang Aceh Utara yang hilang diculik tahun 2003 lalu. Aneh, walau sudah terkubur selama 15 tahun, jasad korban yang tinggal kerangka masih terbungkus rapi dengan kain kafan.
Proses pembongkaran dilakukan langsung oleh keluarga korban yang datang ke lokasi, dibantu oleh warga setempat dan ikut disaksikan oleh Tarmizi Panyang, anggota DPR Aceh, yang juga rekan korban saat masih menjadi kombatan GAM. Maimunah, ibu korban sempat pingsan, saat kerangka diangkat dari liang.
Kerangka korban yang barhasil diangkat dari liang langsung dibawa ke rumah duka menggunakan ambulans. Usai zuhur, kerangka yang masih dibalut dengan kain kafan lama langsung dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum tidak jauh dari rumah duka.
Pihak keluarga mengaku, sudah lama mencari kuburan Iswardi, dan baru diketahui beberapa hari lalu, berkat informasi dari salah seorang warga yang mengatakan korban sempat dibawa ke salah satu pos militer di kawasan Bandara Malikussaleh.
“Ada yang memberi tahu, bahwa abang saya dikuburkan di sekitar pos di Paya Rubek, kemudian keluarga sepakat untuk menggali, agar kerangkanya bisa dipindahkan ke dekat kampung dan dikuburkan dengan layak,” jelas Jun, adik korban.
Jun mengaku tidak tahu pasti tanggal abangnya diculik, tapi dipastikan tahun 2003 saat Aceh masih berstatus Darurat Militer. “Ibu dan keluarga sempat mencari ke beberapa pos militer pada tahun 2003, bahkan sampai ke Ulee Glee, tapi hasilnya nihil saat itu,” ungkap Jun.
Pihak keluarga juga mendapat kabar, di sekitar lokasi tempat Iswardi dikuburkan, juga ada beberapa kuburan korban konflik lainnya. Informasi itu didapatkan dari warga Paya Rubek, namun tidak diketahui identitas.[]



