SIGLI – Sejumlah warga Gampong Turue Cut, Kecamatan Mane, Kabupaten Pidie, dilaporkan mencoret-coret dinding Kantor Geuchik, Minggu, 16 April 2017. Tindakan itu sebagai bentuk protes warga yang menilai geuchik tidak transparan dalam penggunaan dana desa. Geuchik gampong itu, Abdussalam kemudian melaporkan tindakan warganya ke Polsek Mane.

“Ada aksi warga membuat tulisan coretan di bagian dinding Kantor Geuchik,” kata Kapolsek Mane Iptu Khaidir, S.H.I., kepada portalsatu.com, Senin, 17 April 2017.

Khaidir menjelaskan, berdasarkan informasi diperoleh pihaknya, aksi itu dilakukan sejumlah warga lantaran merasa kecewa terhadap geuchik dan perangkat gampong setempat. Sebab penggunaan dana gampong/desa selama ini dinilai tidak transparan.

“Namun, kita belum mendapatkan keterangan dari geuchik atas tudingan warga tersebut. Kita segera memanggil geuchik dan aparat gampong lainnya termasuk para pemuda untuk dimintai keterangan,” kata Khaidir.

Geuchik Gampong Turue Cut Abdussalam dihubungi portalsatu.com mengatakan, aksi pencoretan Kantor Geuchik dilakukan beberapa warga. Ia mengaku tidak tahu tujuan aksi warganya tersebut. “Itu dilakukan oleh beberapa pemuda tanggung, bukan keseluruhan warga. Kita menyesali aksi coret dan penyegelan Kantor Geuchik yang merupakan aset negara,” ujar Abdussalam melalui telpon seluler.

Abdussalam sudah melaporkan aksi warga tersebut kepada Polsek Mane. Ia mengaku hari ini (Senin) akan melaporkan kejadian itu kepada Camat Mane. “Saya sudah coba telpon Pak Camat, kemarin, tetapi tidak diangkat. Jadi, hari ini saya mau menghadap langsung camat untuk melaporkan kejadian tersebut,” katanya.

Terkait informasi bahwa penggunaan dana desa tidak transparan, Abdussalam mengatakan, jika ada persoalan seharusnya warga menjumpai dirinya langsung untuk menanyakan pertanggungjawabannya.[]