LHOKSUKON – Warga Kecamatan Dewantara Aceh Utara dihebohkan dengan penemuan bahan peledak aktif di Dusun Cot Trieng, Desa Keude Krueng Geukueh, sekitar pukul 00 WIB dini hari tadi, Selasa, 14 Juni 2016.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Hendri Budiman melalui Kapolsek Dewantara AKP Pitriadi kepada portalsatu.com membenarkan adanya penemuan tersebut.

“Benar, sekitar pukul 24.00 WIB tadi, kita mendapatkan laporan adanya penemuan benda yang diduga bahan peledak,” kata AKP Pitriadi saat dikonfirmasi portalsatu.com via selular, Selasa 14 Juni 2016.

Pitriadi menjelaskan, awalnya benda tersebut ditemukan oleh Aulia, 28 tahun, warga Dusun Cot Trieng, Desa Keude Krueng Geukuh, di belakang rumahnya.

Saat itu, Aulia baru pulang dari warung kopi,  kemudian masuk rumah dan membuka pintu belakang.  Kata Pitriadi, dia sempat menyepak hingga memegang benda tersebut. Melihat keanehan di benda itu, Aulia langsung menanyakan kepada kawannya yang ada di sekitar itu dan kemudian meletakkan benda aneh di pinggir jalan rel kereta api setempat.

“Setelah diletakkan di pinggir jalan, Aulia langsung menghubungi pihak Polsek dan mengetahui hal itu kami langsung ke lokasi untuk mengamankan dengan memakai garis polisi,” kata AKP Pitriadi.

AKP Pitriadi menambahkan, usai mengamankan dirinya langsung menghubungi pihak penjinak bahan peledak Detasemen B Pelopor Lhokseumawe.

“Sekitar pukul 03.00 dini hari, tim Jihandak yang dipimpin langsung oleh Kaden Brimob Detasemen B, Kompol Dedi. Sampai di lokasi Kompol Dedi memastikan bahwa benda aneh itu adalah bahan peledak aktif,” sebut AKP Pitriadi.

Usai melihat itu, Kompol Dedi bersama anggota Polsek membungkus bahan peledak itu dengan rompi anti peluru dan pukul 07.00 WIB pagi tadi, tim Jihandak kembali ke lokasi dan langsung mengevakuasi bahan peledak tersebut ke markas Jihandak.

“Kita belum bisa memastikan bahan peledak jenis apa, namun diduga keras jenis ini merupakan bahan peledak bawah air. Tapi ini belum jelas,” kata AKP Pitriadi.[](ihn)