LHOKSUKON – Ratusan Kepala Keluarga (KK) di Kecamatan Pirak Timu, Aceh Utara, masih mengungsi akibat banjir, Selasa, 9 Februari 2016. Kendati banjir telah surut, tetapi delapan gampong hingga kini dilaporkan masih terendam.

“Sebelumnya 14 gampong terendam akibat banjir. Namun saat ini hanya menyisakan delapan gampong karena banjir telah surut. Warga di empat gampong yang mengalami banjir terparah masih mengungsi. Masing-masing Gampong Bilie Baroe, Reungkam, Keutapang dan Asan Krueng Kreah,” kata Camat Pirak Timu, H Tarmizi kepada portalsatu.com via telepon seluler.

Ia mengatakan warga enam gampong lainnya saat ini sedang membersihkan rumah dari lumpur sisa banjir. Di antaranya meliputi Gampong Teupin U, Krueng Pirak, Leupe, Ceumeucet dan Matang Keah.

“Banjir tidak hanya merusak infrastruktur jalan, tapi juga ikut merendam ratusan hektare areal (Ha) sawah warga. Bahkan 35 Ha diantaranya belum sempat dipanen. Kondisi ini sangat merugikan petani karena banyak padi yang kualitasnya menurun dan membusuk,” ujarnya.

Dia mengatakan hingga saat ini ketinggian air di atas badan jalan Gampong Keutapang masih mencapai 80 centimeter dan belum bisa dilintasi. Untuk rumah yang letaknya lebih rendah dari jalan, ketinggian airnya lebih dalam lagi. Saat ini di lokasi standby dua boat dan satu speed boat sebagai antisipasi jika air tiba-tiba naik lagi.

“Bagi warga yang terserang gatal-gatal diarahkan untuk berobat ke puskesmas karena tidak ada posko kesehatan di lokasi banjir. Besok (Rabu) jika jalan sudah bisa dilintasi, maka akan dioperasikan mobil puskesmas keliling,” kata H Tarmizi.

Geuchik Gampong Asan Krueng Kreh, Abdul Azis secara terpisah mengatakan, ketinggian air di badan jalan masih tersisa 50 centimeter.

“Aktivitas pendidikan dan perkantoran terganggu karena pegawai, guru dan siswa tidak bisa melintasi jalan desa. Apalagi satu-satunya akses jalan di pirak Timu hanya satu arah melalui jembatan gantung PDAM Krueng Keureto di Gampong Asan Krueng Kreh,” katanya.[](bna)