BLANGKEJEREN – Masyarakat Kabupaten Gayo Lues sangat tertekan pascabanjir dan tanah longsor. Di samping menyimpan kesedihan karena sanak saudara harus mengungsi, kini warga yang tidak terdampak banjir ikut menjerit lantaran Bahan Bakar Minyak (BBM) habis, dan gas elpiji (LGP) pun sudah kosong.
Informasi dikumpulkan portalsatu.com/ di lapangan, Sabtu, 6 Desember 2025, semua SPBU yang ada di Kabupaten Gayo Lues tutup, stok BBM belum ada yang masuk sejak hari pertama banjir.
Begitu juga dengan gas elpiji yang biasanya banyak dijual di agen-agen pengecer, semua stok sudah kosong. Dalam beberapa hari ke depan, bakalan banyak warga yang tidak bisa memasak menggunakan gas elpiji jika tidak segera datang pasokan.
“Hari ini sudah lengkap penderitaan warga Gayo Lues. Di samping BBM habis dan gas kosong, buah kopi yang sudah masak di kebun juga tidak bisa dipanen karena tidak ada BBM,” kata Adi, salah satu petani Gayo Lues.
Jika dalam seminggu lagi jalan lintas Gayo Lues menuju Aceh Tenggara belum bisa dilintasi, sudah bisa dipastikan banyak warga yang kehabisan uang, beras, gas LPG, dan bahan kebutuhan lainnya.
Seluruh warga Gayo Lues berharap Pemkab, Pemerintah Provinsi Aceh, dan Pemerintah Pusat agar mempercepat pekerjaan membuka jalan longsor dan amblas, baik dari Gayo Lues ke Aceh Tenggara, ke Aceh Timur, maupun ke Aceh Tenggah.
“Mohon juga agar pemerintah membawa BBM dan gas elpiji ke Gayo Lues, sehingga warga bisa segera beraktivitas,” ujarnya.[]




