ACEH TAMIANG – Warga hunian sementara (huntara) di Desa Bundar, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, mengeluhkan kondisi air sumur bor yang digunakan sehari-hari. Sebab, air tersebut keruh.

Keluhan itu disampaikan salah seorang penghuni huntara, Nurjannah, kepada wartawan, usai sahur bersama Menteri Pekerjaan Umum (PU) RI, Dody Hanggodo, di huntara Desa Bundar, Rabu, 25 Februari 2026.

Nurjannah mengatakan, sumber air yang digunakan warga untuk kebutuhan sehari-hari di huntara itu dari sumur bor, tapi kondisinya agak keruh.

“Kami menempati di huntara ini baru dua pekan, sebelumnya tinggal di tempat pengungsian. Tapi, penggunaan air sumur bor yang menggunakan pompa listrik terkena biaya token listrik. Untuk mendapatkan air dari sumur bor yang tersedia, kami dikenakan biaya Rp5 ribu (tagihan bulanan) per kepala keluarga (KK). Di tengah kondisi ekonomi yang belum pulih secara normal, biaya tersebut cukup memberatkan warga,” kata Nurjannah.

Nurjannah menyebut sebagian besar warga kehilangan mata pencaharian setelah banjir bandang yang melanda wilayah tersebut pada akhir November 2025. Hingga kini, banyak warga yang belum memiliki sumber penghasilan tetap.

“Kehidupan kami saat ini dimulai dari nol lagi. Saya sendiri sejauh ini belum mendapat sumber pencaharian yang tepat untuk kebutuhan keluarga. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sebagian kami di sini kerap mengandalkan sedekah dari para dermawan. Namun, bantuan tersebut hanya bersifat sementara dan tidak dapat mencukupi kebutuhan dalam jangka panjang,” kata ibu satu anak itu.

Nurjannah berharap pemerintah, khususnya Menteri PU dapat memfasilitasi pemasangan saluran air bersih dari PDAM ke lokasi huntara yang saat ini mereka tempati. Warga berharap adanya perhatian dan solusi konkret dari pemerintah agar kebutuhan dasar seperti air bersih dapat terpenuhi tanpa menambah beban ekonomi masyarakat yang sedang berupaya bangkit pascabencana.

Menurutnya, meskipun prosesnya membutuhkan waktu, ia berharap realisasi bantuan tersebut dapat dipercepat jika memungkinkan.

“Selain itu, kami berharap kepada pemerintah dapat memberikan bantuan modal usaha agar perputaran ekonomi masyarakat korban banjir segera pulih,” ungkap Nurjannah.

Respons Menteri PU Soal Air Bersih

Menteri PU, Dody Hanggodo, melaksanakan sahur bersama warga terdampak banjir bandang di huntara Desa Bundar, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang, Rabu (25/2).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Aceh Tamiang, Ismail, Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I Asyari, perwakilan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh Yusrizal, tokoh agama, serta masyarakat penghuni huntara.

Suasana kebersamaan tampak hangat saat Menteri PU dan rombongan duduk bersama warga untuk santap sahur. Usai makan, kegiatan dilanjutkan dengan salat subuh berjemaah di halaman huntara tersebut.

Dalam kesempatan itu, Menteri PU juga menyerahkan bantuan berupa paket sembako secara simbolis kepada warga terdampak banjir bandang.

“Kalau air bersih sebetulnya kita sedang mempercepat revitalisasi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Karang Baru, Aceh Tamiang, yang rusak pascabencana. Kita harapkan beberapa bulan ke depan selesai untuk bisa dialirkan salah satunya ke huntara maupun tempat lain yang ada di sekitar Karang Baru. Dan termasuk suplai ke rumah sakit, berproses,” kata Dody.[]