BANDA ACEH – Tumpukan sampah di tepi jalan kawasan Cut Nyak Dhien, tepatnya di Gampong Ajun, Aceh Besar, dinilai sangat meresahkan. Bau menyengat tersebut turut mengganggu pengguna jalan.
Salah satu warga menyebutkan sudah biasa membuang sampah di lokasi tersebut. “Tidak ada yang menegur,” katanya usai membuang sampah di lokasi tersebut seraya berlalu memacu sepeda motor.
Sementara Marwan, 42 tahun, salah satu penjual nasi di kawasan jalan Cut Nyak Dhien mengaku resah dengan tumpukan sampah tersebut. Dia juga merasa terganggu karena bau menyengat sampah ikut mempengaruhi omzet dagangannya.
Marwan mengatakan setiap harinya petugas kebersihan memungut sampah di lokasi ini sebanyak dua kali. “Pagi sekitar pukul 06.00 WIB dan sore sekitar pukul 18.00 WIB,” katanya.
Mereka juga dipungut biaya retribusi sampah sebanyak Rp 20 ribu per bulannya. Namun Marwan menyayangkan kondisi di lapangan, karena sampah tetap menumpuk dan hingga saat ini belum ada solusi mengatasi hal tersebut.
“Sudah ada rapat desa setahun yang lalu tentang mengatasi sampah ini,” ujarnya.
Sementara Nazar, 35 tahun, salah satu pemilik kios di kawasan jalan Cut Nyak Dhien mengatakan sampah tersebut tidak hanya milik warga Ajun. Namun sampah-sampah ini juga dibuang oleh warga Keude Bieng, Lampaya, dan warga Lhoknga.
“Teguran sudah sering kita berikan bagi siapa saja yang membuang sampah di sini, tapi tidak dihiraukan,” kata Nazar.
Portalsatu.com masih mencoba mengonfirmasi hal ini kepada aparatur Gampong Ajun dan Dinas Kebersihan Aceh Besar.[](bna)
Laporan: Ramadhan




