BLANGKEJERAN — Kapolres Gayo Lues AKBP Rudi Setiawan, SIK, Jum'at, 6 Desember 2019 mengatakan, mortir itu pertama kali ditemukan Mahdi (25), warga desa Marpungge yang kesehariannya bekerja sebagai petani. Selang beberapa saat kemudian, Samsul (30), warga setempat kembali menemukan barang serupa. “Mortir itu jenis A60, dan sudah kita amankan,” katanya.

Pengamanan itu pertama dilakukan Kapolsek Putri Betung yang mengetahui informasi dari masyarakat bahwa ada penemuan bom di aliran sunggai Marpungge, setelah dicek kebenarannya, ternyata memang ada ditemukan mortir jenis A60 tersebut.

Saat didatangi Kapolsek Putri Betung, mortir yang ditemukan warga itu disimpan di kandang ayam. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diingginkan, mortir tersebut diamankan Kapolsek dan kemudian menyerahkanya ke Polres Gayo Lues.

“Kita mengimbau kepada seluruh masyarakat Gayo Lues, agar memberitahu kepada pihak keamanan setempat jika menemukan benda seperti ini,” katanya. “Bahan peledak yang ada di dalam mortir itu masih belum diketahui apakah masih berfungsi atau tidak”.

Di Kabupaten Gayo Lues, mortir ataupun bom sisa melawan penjajahan dulu masih kerap ditemukan warga, terutama di daerah aliran sunggai dan dalam tanah dekat jalan nasional. Diduga, bom dan mortir yang ditemukan warga itu akibat gagal meledak saat perang dulu. [Win Porang]