SIGLI – Sampai Jumat malam, masih ada 4 orang santri perempuan dirawat di Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan 8 santri lainnya sudah dipindahkan ke kamar rawat inap RSU Chik Ditiro.

Informasi dihimpun dari keluarga korban, pihaknya menerima telepon dari pimpinan dayah tentang anaknya sakit sesak napas setelah menghirup asap fogging di lingkungan dayah.

M. Riza salah seorang orang tua korban, mengaku kondisi anaknya sekarang mulai membaik setelah mendapatkan perawatan dan oksigen. Dia menduga anaknya keracunan asap fogging sehingga sesak napas dan pusing – pusing. Padahal putrinya tidak memiliki riwayat sesak napas.  “Alhamdullah sekarang kondisinya sudah membaik,” katanya saat dijumpai di RSU itu.

Musibah itu terjadi berawal dilakukan fogging dalam kompleks dayah sekira pukul 15:30 wWI.  Tidak lama setelah fogging, mendadak beberapa santri mengalami sesak napas dan pening. Pihak dayah langsung melarikan para santri yang mengalami sesak ke RSU Tgk. Chik Ditiro guna mendapatkan perawatan medis.

Kasi Humas RSUD Tgk. Chik Di Tiro Sigli, Usman mengatakan, semua korban sudah ditangani secara medis dan kondisi kini membaik. “Begitu tiba tadi, langsung ditangani petugas IGD dan sekarang pasien sudah semakin membaik dan sedang istirahat,” kata Usman.[]