LHOKSEUMAWE – Sejumlah warga Gampong Ujong Blang, Kecamatan Banda Sakti, mendatangi Dinas Pekerjaan Umum (PU) Lhokseumawe, Kamis, 3 November 2016. Mereka meminta Dinas PU mengangkat kembali bunker peninggalan Jepang yang ditanam pekerja proyek Jalan Lingkar di Ujong Blang.
“Kontraktor pembangunan jalan telah menanam sebuah bunker peninggalan pasukan Jepang yang merupakan jejak sejarah yang seharusnya dilestarikan. Kami minta diangkat kembali ke permukaan jalan atau pada posisi aslinya,” kata Efendi, salah seorang warga Ujong Blang yang datang ke Dinas PU.
Masyarakat menyampaikan tuntutan itu kepada Dinas PU Lhokseumawe lantaran proyek Jalan Lingkar berada di bawah dinas tersebut.
Kepala Bidang Bina Marga/Jalan Dinas PU Lhokseumawe Saed yang menerima keluhan masyarakat mengatakan, bunker itu pastinya akan diangkat kembali ke permukaan jalan.
Kita respon. Kami akan mengangkatnya. Jika tidak bisa, kami akan gali dulu sehingga benda tersebut tetap tampak dan nanti akan kami datangkan alat untuk angkat bunker itu. Pastinya tidak ada orang yang mau menghilangkan situs sejarah,” ujar Saed.
Diberitakan sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan, Pariwisata dan Kebudayaan Lhokseumawe Ishaq Rizal dihubungi portalsatu.com lewat telpon seluler, 1 November 2016, mengatakan, ia bersama pihak Dinas PU dan Bappeda sudah turun ke lokasi bunker itu.
Begitu saya dapat info (bunker sudah ditanam oleh pekerja proyek Jalan Lingkar), langsung saya turun ke lokasi, kemarin. Saya akan selamatkan (bunker itu). Kontraktor tidak tahu itu situs sejarah, makanya ditanam. Tapi setelah kami turun kemarin, pihak kontraktor bersedia untuk mengangkat kembali ke atas, sudah ada komitmen mereka, ujarnya. (Baca: Pekerja Proyek Jalan Lingkar Tanam Bunker Jepang di Ujong Blang)[]



