ACEH UTARA – Asisten II (Perekonomian dan Pembangunan) Sekda Aceh, Mawardi, telah meninjau lokasi tanggul Krueng Pase yang jebol di Gampong Mancang, Kecamatan Samudera, Aceh Utara, mengakibatkan banjir di daerah itu.
Mawardi bersama rombongan turun ke lokasi tersebut, dua pekan pascabanjir akibat jebol tanggul Krueng Pase itu. Saat kunjungan tersebut, Mawardi turut berbincang bersama Kaur Pembangunan Gampong Mancang, Kecamatan Samudera, Saifuddin B.
“Pak Mawardi meninjau lokasi tanggul yang jebol di Gampong Mancang pada 14 Oktober 2021. Beliau menyampaikan pada tahun 2022 (Pemerintah Aceh) akan membangun tanggul, tapi tidak memberikan penjelasan detail apakah dibangun secara permanen atau bagaimana,” kata Saifuddin kepada portalsatu.com/, Sabtu, 30 Oktober 2021.
Saat itu, Saifuddin mengusulkan kepada Asisten II Sekda Aceh agar tanggul Krueng Pase di Gampong Mancang dibuat bentuk permanen, karena sudah berulang kali masyarakat memperbaiki secara swadaya, selalu jebol. Kejadian terakhir pada 1 Oktober 2021, kata dia, tanggul yang rusak parah di gampong tersebut diperkirakan sekitar 60 meter.
“Jadi, kita sudah menyampaikan hal itu kepada Pak Mawardi dan beliau merespons baik, Pemerintah Aceh akan menanganinya ke depan. Tapi saya tidak tahu secara pasti apakah akan dibangun tanggul permanen atau seperti apa. Namun, menurut beliau perlu dicek melalui peta digital Google Maps atau mengecek via udara bagaimana yang cocok untuk dibangun,” ujar Saifuddin.
Saifuddin menyebut kondisi tanggul sekarang masih memprihatinkan. “Kita khawatir apabila secara tiba-tiba debit air sungai (Kreung Pase) tinggi, maka akan mengalami hal yang sama yaitu luapan ke pemukiman warga hingga terendam sekolah maupun fasilitas umum lainnya. Sudah beberapa kali kita memperbaiki swadaya masyarakat, tapi tidak bertahan lama karena hanya menimbun tanah tanpa alat penguat lain,” tuturnya.
Baca: Warga Buat Laporan Terbuka Soal Tanggul Krueng Pase, Begini Respons Kementerian PUPR
APBA 2021: Pengendalian Banjir Krueng Pase Rp6 Miliar, Rehab Tanggul di Mancang Rp1 M
[]




