27.6 C
Banda Aceh
Senin, November 29, 2021

Warga Buat Laporan Terbuka Soal Tanggul Krueng Pase, Begini Respons Kementerian PUPR

LHOKSUKON – Marzuki, warga Geudong, Kecamatan Samudera, Aceh Utara, membuat laporan terbuka kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) soal banjir sering melanda akibat jebolnya tanggul Krueng (Sungai) Pase. Dia meminta Kementerian PUPR merehabilitasi tanggul Krueng Pase di sejumlah titik.

Laporan terbuka tersebut disampaikan Marzuki melalui pengaduan.pu.go.id setelah banjir kembali merendam sejumlah desa di Kecamatan Samudera akibat jebolnya tanggul Krueng Pase di Gampong Mancang, Jumat, 1 Oktober 2021.

Lihat juga: [Foto] Warga Mancang Digendong dari Lokasi Banjir Aceh Utara

Setelah menerima laporan terbuka itu, Admin Pengaduan memberikan respons pada 4 Oktober 2021 bahwa saran dan pengaduan dari Marzuki sudah didisposisi ke Direktur Jenderal Sumber Daya Air (Dirjen SDA) Kementerian PUPR. Selanjutnya, Admin Pengaduan menyampaian tanggapan Dirjen SDA kepada Marzuki, 26 Oktober 2021.

“Laporan terbuka yang saya sampaikan mendapat respons dari Dirjen SDA Kementerian PUPR,” kata Marzuki kepada portalsatu.com, Rabu, 27 Oktober 2021.

(Badan Jalan Banda Aceh – Medan di Kecamatan Samudera, Aceh Utara, terendam banjir, 12 September 2015. Foto: Marzuki)

Berikut isi laporan terbuka disampaikan Marzuki kepada Kementerian PUPR, 1 Oktober 2021:

Banjir Kembali Terjadi, Mohon Benahi Tanggul Sungai Krueng Pase

LAPORAN Terbuka

Banjir kembali terjadi di sejumlah titik akibat jebolnya tanggul sungai Krueng Pase di Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, Jumat, 1 Oktober 2021. Banjir ini membuat lalu lintas Jalan Medan – Banda Aceh macet, dan ratusan rumah warga tergenang air hingga 1 meter di beberapa gampong seperti Mancang, Tanjong Awe, Tanjong Rengkam, Teupin Ara, Tanjong Mesjid.

Banjir ini kerap terjadi setiap tahun sejak 2015. Hingga saat ini belum ada penanganan baik dari Pemerintah Kabupaten Aceh Utara maupun Pemerintah Aceh.

Maka dalam hal ini saya selaku masyarakat Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara, meminta kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk melakukan normalisasi dan rehabilitasi tanggul sungai Krueng Pase di sejumlah titik di Kecamatan Samudera dan Geureudong Pase, Kabupaten Aceh Utara.

(Badan Jalan Banda Aceh – Medan di Kecamatan Samudera, Aceh Utara, terendam banjir, 17 Januari 2016. Foto: Marzuki)

Respons dari Dirjen SDA Kementerian PUPR, 26 Oktober 2021:

Yth, Saudara Marzuki,

Terima kasih atas pengaduan yang Saudara sampaikan.

Terkait pengaduan Saudara dapat kami sampaikan bahwa berdasarkan Peraturan Menteri PUPR Nomor 04/PRT/M/2015 tentang Kriteria dan Penetapan Wilayah Sungai, Sungai Kr. Pase masuk dalam Wilayah Sungai (WS) Pase-Peusangan yang merupakan Wilayah Sungai Kewenangan Pemerintah Provinsi. Namun, Tim BWS Sumatera I telah menindaklanjuti dengan mengirimkan sand bag sejumlah 500 buah pada tanggal 2 Oktober 2021 yang diterima oleh Plt. Kepala Pelaksana BPBD Aceh Utara.

Demikian disampaikan, atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Sebelumnya, Marzuki juga menyampaikan kepada portalsatu.com bahwa Asisten II Sekda Aceh Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Ir. Mawardi, sudah meninjau tanggul Krueng Pase di Gampong Mancang, Kecamaten Samudera, 14 Oktober 2021. Di lokasi tanggul itu, Mawardi menerima penjelasan dari aparatur desa dan masyarakat setempat terkait kondisi tanggul Krueng Pase dan dampak banjir. Namun, belum diketahui tindak lanjut setelah kunjungan Mawardi yang merupakan mantan Kepala Dinas Pengairan Provinsi Aceh dan eks-Kadis SDA Aceh Utara itu.

(Asisten II Sekda Aceh Mawardi berdialog dengan aparatur desa dan masyarakat saat ia meninjau tanggul Krueng Pase di Gampong Mancang, Kecamaten Samudera, Aceh Utara, 14 Oktober 2021. Foto: Marzuki)

Diberitakan sebelumnya, warga Kecamatan Samudera, Aceh Utara, meminta pemerintah segera melakukan perbaikan tanggul Krueng Pase yang jebol akibat tingginya debit air sungai. Jebolnya tanggul itu membuat permukiman warga sering terendam banjir seperti pada Jumat, 1 Oktober 2021.

Luapan sungai itu merendam Gampong Tanjong Awe, Kito, Teupin Ara, Teupin Belanga, dan Mancang, Kecamatan Samudera. Selain rumah-rumah warga, banjir juga menggenangi Kompleks Masjid Sultan Malikussaleh, Geudong, Kecamatan Samudera, hingga badan Jalan Meda-Banda Aceh, kawasan Gampong Mancang.

(Banjir menggenangi Kompleks Masjid Sultan Malikussaleh, di Kecamatan Samudera, Aceh Utara, 14 Oktober 2021. Foto: Marzuki)

“Kondisi seperti ini sudah sering terjadi. Kita sebagai warga hanya bisa memohon kepada pemerintah agar memikirkan nasib warga dengan memperbaiki tanggul secara benar,” kata Burhan, warga Keude Geudong, Jumat (1/10).

Menurut Burhan, jika memperbaiki tanggul jebol dengan menumpuk karung berisi pasir atau tanah tidak akan bertahan lama. “Masyarakat sudah sering melakukan itu, tapi tiap tahun terjadi luapan sungai mengakibatkan banjir,” ujarnya.

“Ada beberapa titik lainnya yang juga berpotensi jebolnya tanggul ketika debit air Krueng Pase tinggi. Harapan kita kepada pemerintah daerah agar lebih serius dalam menangani persoalan tanggul ini. Kalau tidak serius, maka yang menjadi korban setiap tahun adalah masyarakat, khususnya saat musim hujan berpotensi banjir di daerah ini,” ungkap Burhan.

(Kondisi tanggul di Kecamatan Samudera, Aceh Utara, 2 Desember 2017. Foto: Marzuki)

Keuchik Gampong Teupin Ara, Kecamatan Samudera, Alkhalis, Jumat (1/10), menyebutkan sebagian warga terpaksa mengungsi ke meunasah (surau), karena genangan air tergolong parah akibat jebolnya tanggul Krueng Pase.

“Tanggul Krueng Pase khususnya di Gampong Teupin Ara sudah amblas dari sebelumnya ada sekitar 100 meter. Artinya, bukan baru sekarang amblasnya, tapi sudah sejak tahun sebelumnya terjadi. Ketika debit air sungai tinggi maka sangat mudah meluap ke permukiman warga,” ujar Alkhalis.

Baca: Warga Samudera Minta Pemerintah Serius Perbaiki Tanggul Krueng Pase

(Banjir di Kecamatan Samudera, Aceh Utara, 4 Januari 2018. Foto: Marzuki)

(Banjir di Gampong Mancang, Kecamatan Samudera, Aceh Utara, 6 Desember 2020. Foto: Marzuki)

[](red)

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA POPULER

Terbaru

Festival Budaya Rapai Pase: Grup Peurupok, Geulumpang Tujoh, dan Reuleng Manyang Juara

LHOKSUKON - Grup Rapai Peurupok, Kecamatan Syamtalira Aron, Aceh Utara, meraih juara I pada...

PAG Bantu Sembako Untuk Warga Usai Vaksin

LHOKSEUMAWE – PT Perta Arun Gas (PAG) membantu paket sembako 232 sak beras kepada...

Maulid Nabi Jalin Silaturahmi Masyarakat Aceh di Perantauan

JAKARTA - Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi sebuah tradisi dalam menjalin silaturahmi masyarakat...

Wali Nanggroe: Peringatan Maulid Harus Menjadi Sarana Memperkuat Kebersamaan

  BANDA ACEH– Selain sebagai kegiatan keagamaan dan kebudayaan, peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW...

4 DPO Menyerah, Pengungkapan Kasus Penembakan Pos Pol Panton Reu Dinyatakan Tuntas

MEULABOH – Polda Aceh menyatakan pengungkapan kasus penembakan Pos Pol Panton Reu Polres Aceh...

Peringatan Maulid Nabi Bagian dari Khasanah Kebudayaan Aceh

  BANDA ACEH – Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Al Haythar mengatakan,...

Pemko Subulussalam Saluran Beasiswa Rp 1,2 Miliar kepada 751 Mahasiswa

BeasiswaSUBULUSSALAM - Pemerintah Kota Subulussalam menyalurkan bantuan beasiswa sebesar Rp 1.200.000.000 kepada 751 mahasiswa...

Mahasiswa Unimal Ajari Warga Meuriya Bikin Sabun Cair

LHOKSUKON – Mahasiswa Universitas Malikussaleh (Unimal) yang melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Gampong...

Pemko Lhokseumawe Diminta Tinjau Kembali Larangan Budi Daya Ikan di Waduk Pusong

LHOKSEUMAWE – Pemerintah Kota (Pemko) Lhokseumawe diminta untuk meninjau kembali larangan budi daya di...

Cisah Gelar Festival Budaya Rapai Pase Dimeriahkan 12 Grup di Aceh Utara

LHOKSUKON - Tim Center for Information of Samudra Pasai Heritage (Cisah) menggelar Festival Budaya...

Terlibat Korupsi Rp 723.726.767, Polres Subulussalam Tahan Mantan Kades Muara Batu-Batu

  SUBULUSSALAM - Penyidik Unit Tindak Pidana Korupsi Polres Subulussalam melakukan penahanan terhadap tersangka korupsi...

Mantan Kades di Subulussalam Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Korupsi Dana Desa

  SUBULUSSALAM - Mantan Kades Desa Muara Batu-Batu, Kecamatan Rundeng, Kota Subulussalam inisial MS ditetapkan...

AJI dan LBH Pers Desak Polda Aceh Hentikan Penyidikan Kasus Jurnalis Bahrul

JAKARTA - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia dan LBH Pers mendesak Polda Aceh segera...

PT PIM Survei Kepuasan Lingkungan, Ini Tujuannya

DEWANTARA – PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) melaksanakan Survei Kepuasan Lingkungan Tahun 2021 dengan...

Perpena CUP, Bintang: Bermain Sportif, Agar bisa Tampil Liga Pro Bersama Sadakata Klub

  SUBULUSSALAM - Sebanyak 27 tim berlaga dalam turnamen Futsal Persatuan Pemuda Penanggalan (Perpena) CUP...

Mahasiswa Unimal Ajarkan Cara Membuat Akun Sosmed Penjualan Online

BANDA ACEH - Pada era digitalisasi ini para pebisnis ramai melakukan jual beli melalui...

Cut Rani Auliza, Dara Aceh Rilis Single ‘Mate Rasa’

BANDA ACEH - Sempat vakum beberapa waktu lalu, Kini Cut Rani Auliza dara asal...

Mahasiswa KKN Latih Siswa SMP Membuat PPT

BANDA ACEH - Mahasiswa Universitas Malikussaleh Lhoksemawe sedang melaksanakan KKN (Kuliah Kerja Nyata) di...

Buka Sidang Raya Majelis Tinggi, Ini Arahan Wali Nanggroe kepada Perangkat Lembaga

BANDA ACEH – Wali Nanggroe Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Al Haythar Aceh secara...

Lembaga Wali Nanggroe Aceh Gelar Sidang Raya Majelis Tinggi

BANDA ACEH – Lembaga Wali Nanggroe Aceh menggelar Sidang Raya Majelis Tinggi untuk membahas...