ACEH UTARA – Ratusan warga dan mahasiswa larut dalam zikir dan doa bersama mengenang 19 tahun tragedi Simpang KKA di Desa Paloh Lada, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, Kamis, 3 Mei 2018.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Aceh Utara, Fauzi Yusuf alias Sidom Peng, anggota DPRK Aceh Utara, Tgk. Junaidi, Ketua PMI Kota Lhokseumawe, Junaidi Yahya, Ketua Pokja Domumentasi dan Publikasi KKR Aceh, Fajran Zain, sejumlah mantan kombantan GAM, dan tokoh masyarakat lainnya.

Wabup Fauzi Yusuf mengatakan, pihaknya akan berupaya membangun sebuah museum dan monumen sejarah di Simpang KKA tersebut. “Ini merupakan sejarah yang tidak bisa dilupakan begitu saja. Untuk itu perlu diadakan kegiatan peringatan tragedi itu setiap tahunnya,” katanya.

Menurut dia, Pemerintah dan DPRK Aceh Utara akan membahas pembebasan lahan untuk dibangun museum di Simpang KKA tersebut. “Diharapkan nantinya akan terwujud apa yang diharapkan bersama,” ujar Fauzi Yusuf.

Ketua Forum Korban dan Keluarga Korban Tragedi Simpang KKA (FK3T-SP.KK), Tgk. Murtala, berharap laporan Komnas HAM terkait Berita Acara Pemeriksaan (BAP) korban dan keluarga korban yang sudah diserahkan ke Kejaksaan Agung dan DPR RI pada 2016 lalu, secepatnya ditindaklanjuti. “Seharusnya setelah penyerahan itu dari Komnas HAM, maka sudah dibahas untuk menemukan titik temunya,” katanya.

Murtala juga menyampaikan, saat ini beberapa anak korban ada yang putus sekolah karena faktor ekonomi. Seharusnya, kata dia, kondisi ini mendapat perhatian dari pemerintah dengan cara membantu pemberdayaan ekonomi keluarga korban.

“Artinya kita bukan antipemerintah, tetapi kita hanya selalu mengingatkan mereka (pemerintah) agar ada perhatian terhadap keluarga korban,” ujar Murtala.[]

Penulis: Muhammad Fazil