Senin, Juli 22, 2024

Tokoh Masyarakat Kota Sigli...

SIGLI - Para tokoh masyarakat dari 15 gampong dalam Kecamatan Kota Sigli menyatakan...

Tim Polres Aceh Utara...

LHOKSUKON – Kapolres Aceh Utara AKBP Nanang Indra Bakti, S.H., S.I.K., bersama jajarannya...

Pasar Malam di Tanah...

SIGLI - Kegiatan hiburan Pasar Malam yang digelar di tanah wakaf Tgk. Dianjong,...

Tutup Dashat, Kepala DPMPPKB...

ACEH UTARA – Kegiatan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) yang dilaksanakan secara serentak...
BerandaBerita LhokseumaweWarga Pusong Lama...

Warga Pusong Lama Tolak Pembongkaran Keramba Ikan di Waduk, Ini Kata Camat

LHOKSEUMAWE – Sejumlah warga Gampong Pusong Lama, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe, yang memiliki usaha budi daya ikan di Waduk Pusong menolak pembongkaran keramba yang akan dilakukan Pemerintah Kota Lhokseumawe.

Sikap penolakan tersebut muncul dalam rapat antara warga bersama unsur Muspika Banda Sakti dan perwakilan Dinas Kelautan, Perikanan, dan Pertanian (DKPP) Kota Lhokseumawe, yang digelar di meunasah (surau) Gampong Pusong Lama, Jumat, 24 Desember 2021.

Salah seorang warga, Samsul Bahri, kepada portalsatu.com, Senin, 27 Desember 2021, mengatakan masyarakat nelayan yang melakukan budi daya ikan dengan menggunakan keramba di Waduk Pusong Lama menolak pembongkaran yang akan dilakukan Pemkot Lhokseumawe. Alasannya mereka sudah bertahun-tahun membudidayakan ikan di Waduk Pusong.

“Keramba ikan ini semata-mata harapan kita sebagai tempat pencaharian sehari-hari. Maka kami tidak setuju apabila keramba milik warga dibongkar. Kecuali seluruh keramba yang ada di waduk itu ditata dengan rapi, bukan malah dilakukan pembongkaran seperti yang direncanakan pemerintah,” kata Samsul Bahri.

Menurut Samsul, jika lokasi itu ditata dengan baik atau memperindah waduk tanpa membongkar keramba, bagi mereka itu tidak masalah, karena tetap menjaga kondisi perekonomian masyarakat dalam kawasan Pusong Lama. Terlebih sekarang sedang pandemi Covid-19 yang menyebabkan terganggunya mata pencaharian masyarakat.

“Jangan diperparah lagi dengan rencana penggusuran atau pembongkaran ladang ekonomi masyarakat melalui keramba ikan tersebut,” ucapnya.

Camat Banda Sakti, Heri Maulana, mengatakan pertemuan bersama masyarakat Pusong Lama pada 24 Desember 2021 merupakan rapat lanjutan membahas tentang rencana penertiban atau pembongkaran keramba ikan di waduk yang diperkirakan 700 unit.

“Pembongkaran keramba ini harus kita lakukan, karena dalam waduk tidak dibenarkan adanya keramba yang merupakan tempat penampungan limbah. Penggusuran akan segera dilakukan dalam waktu dekat, tetapi ke depan kita akan terus melakukan pembinaan kepada masyarakat setempat dan bekerja sama dengan pihak Kodim 0103 Aceh Utara,” ujar Heri Maulana.

Heri menyebut pembinaan dan pengawasan akan dilakukan setelah nantinya dibentuk kelompok pemilik keramba tersebut.[]

Baca juga: