ACEH UTARA – Masyarakat Gampong (Desa) Matang Serdang, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, hingga kini masih kesulitan mendapat air bersih setelah hampir dua bulan pascabanjir bandang melanda daerah tersebut pada akhir November 2025.
Kondisi itu disampaikan Keuchik Gampong Matang Serdang, Abdul Mutaleb, saat dihubungi portalsatu.com/, Ahad, 18 Januari 2026. Dia menjelaskan masyarakatnya sangat kesulitan air bersih karena sumber air tercemar lumpur akibat banjir bandang. Meskipun sempat ada bantuan dari sejumlah pihak yang mendistribusikan air bersih kepada korban banjir di gampong itu, tapi terbatas.
“Sudah 54 hari pascabanjir, kondisi gampong kami masih krisis air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Karena sumber air pun belum bisa dimanfaatkan secara normal, masyarakat Matang Serdang ada yang menggunakan sumur bor dan sumur tanah (sumur gali). Ini yang masih terkendala karena sebagian besar di dalam sumur itu sudah bercampur lumpur banjir, sumber air dari sumur bor juga masih sangat keruh dan berkarat. Kami tidak ada saluran air PDAM,” kata Abdul Mutaleb.
Abdul Mutaleb menambahkan, pascabencana ada beberapa mobil dari sejumlah pihak yang menyalurkan air bersih ke Matang Serdang. Di antaranya, dari Polres Aceh Utara, Perumda Tirta Pase Aceh Utara, dan dua unit dari swadaya masyarakat. Teranyar, kemarin (Sabtu, 17/1), disalurkan air bersih oleh Save the Children berkolaborasi dengan Yayasan Geutanyoe.
Selain air bersih, lanjut Abdul Mutaleb, saat ini masyarakatnya sangat membutuhkan bantuan beras. “Memang sebelumnya ada bantuan logistik Pemkab Aceh Utara maupun bantuan pihak lain, tapi korban banjir ini masih sangat membutuhkan bantuan. Apalagi jumlah penduduk di gampong kami lumayan banyak, KK hampir 700. Bahkan ketika saya menyambangi warga perdusun, mereka menanyakan kepada saya apakah ada masuk lagi bantuan beras ke gampong,” ujarnya.
Abdul Mutaleb menyebut bantuan lainnya sangat dibutuhkan saat ini adalah kelambu. Adapun tenda, pihaknya juga sudah mengajukan kepada BNPB. “Sedangkan rencana pembangunan hunian sementara (huntara) sudah masuk dalam pendataan pemerintah, nanti akan dibangun di masing-masing dusun,” ujarnya.
Menurut Abdul Mutaleb, di Matang Serdang terdapat empat dusun, namun saat ini masyarakat setempat tidak lagi mengungsi di tempat pengungsian khusus. Mereka memilih menempati lahan sendiri dengan mendirikan gubuk darurat atau terpal.
“Walaupun sebagian rumah masyarakat sudah hilang dan rusak berat, korban banjir ini tetap tidak mau mengungsi [di tempat pengungsian] dan ingin mandiri di tempat asalnya,” ucap Abdul Mutaleb.
Abdul Mutaleb menyebut rumah masyarakat yang hilang sebanyak 144 unit, rusak berat 339 unit, dan rusak ringan rata-rata rumah permanen (beton). “Di sini banyak rumah warga berkonstruksi kayu sehingga mudah dibawa arus banjir dengan ketinggian air saat itu sekitar 4 sampai 5 meter,” ungkapnya.
Bantuan Air Bersih dari Save the Children
Save the Children Indonesia bekerja sama dengan Yayasan Geutanyoe menyalurkan bantuan air siap minum kepada masyarakat terdampak banjir di Gampong Matang Serdang itu, Sabtu, 17 Januari 2026. Bantuan itu disalurkan sebagai respons cepat atas krisis air bersih yang dialami warga akibat banjir bandang.
Banjir yang melanda wilayah tersebut menyebabkan akses masyarakat terhadap air bersih menjadi sangat terbatas. Kondisi sanitasi yang memburuk turut meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, perempuan, lansia, dan penyandang disabilitas yang paling terdampak dalam situasi darurat.
Penyaluran air siap minum ini bagian dari respons kemanusiaan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Selain itu, untuk mencegah penyebaran penyakit yang ditularkan melalui air dan lingkungan yang tidak higienis.
Humanitarian Field Staff Yayasan Geutanyoe Aceh, Bukhari Sulaiman, dalam keterangannya, Sabtu (17/1), mengatakan bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat setempat.
“Save the Children Indonesia dan Yayasan Geutanyoe berkomitmen untuk terus hadir mendampingi masyarakat korban banjir, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan air bersih, perbaikan sanitasi, serta perlindungan bagi kelompok rentan hingga kondisi masyarakat kembali pulih,” ungkap Bukhari.
Save the Children Indonesia bersama Yayasan Geutanyoe, hari ini (Ahad, 18/1), melanjutkan pendistribusian air bersih ke Gampong Matang Seuke Pulot, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara.[]







