Sabtu, Juli 20, 2024

Peringati Haul Abati Banda...

LHOKSEUMAWE - Ratusan jamaah Tarbiyah Islamiyah Mazhab Syafi'i Aceh menggelar pawai akbar dalam...

Pj. Bupati Aceh Utara...

ACEH UTARA - Pemerintah Kabupaten Aceh Utara menyerahkan bantuan masa panik secara simbolis...

Sekum PB PON Wilayah...

BANDA ACEH – Progres pembangunan beberapa venue untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI...

PT PIM Bantu Korban...

ACEH UTARA - PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) menyerahkan bantuan kepada korban badai...
BerandaNewsWaspada, Gerakkan Leher...

Waspada, Gerakkan Leher Bisa Berujung Maut

JAKARTA – Bagi sebagian orang mungkin terasa nikmat ketika berhasil menggerakkan leher hingga berbunyi 'krek' ketika leher terasa pegal atau sakit. 

Tapi berhati-hatilah. Wawan Mulyawan, seorang dokter Spesialis Bedah Syaraf TNI AU, mengatakan jika dilakukan secara berlebihan, praktik ini bisa mengakibatkan kematian.

“Hal ini bisa terjadi bukan karena akan memotong atau menyumbat trakea maupun menyobek pembuluh darah karotis, tetapi praktik ini akan mematahkan, meretakkan, mendislokasikan tulang leher,” ujar dia dalam artikelnya.

Kasus terbaru menimpa Allya Siska Nadya yang berobat ke Klinik Chiropractic, di Mal Pondok Indah pada 6 Agustus 2014. Terapis warga Inggris bernama Randdal Cafferty memutar-mutar kepala Allya hingga mengeluarkan suara 'krek-krek.'  

Bukannya sembuh, Allya mengalami sakit luar biasa dan meninggal di rumah sakit. Saat ini, kasus kematian Allya ramai diberitakan di media dan media sosial. 

Wawan melanjutkan, hal yang paling sering terjadi ketika seseorang menggerakkan leher hingga berbunyi 'krek' adalah bukan tulang-tulang yang patah atau retak melainkan ketika ketika terjadi dislokasi yakni melejitnya sendi yang menghubungkan antar tulang leher.

Dokter yang memiliki kompetensi tambahan (SKT) di bidang tulang belakang ini lalu menerangkan ada tujuh ruas tulang leher yang masing-masing ruasnya dihubungkan oleh dua macam sendi,  yakni bantalan tulang (diskus) dan sendi penyangga kiri dan kanan.

“Jika tulang dan sendinya melejit, maka hubungan persendian leher dan ruas tulang lehernya menjadi tidak stabil dan akan mencederai sumsum tulang belakang di dalamnya,” terang Wawan. Hal ini lah yang menurutnya dapat menimbulkan kematian.

Ditambah lagi, jika tulang leher patah dan pembuluh darah arteri vertebralis pecah atau robek karena tergores tulang lleher yang patah tersebut, dapat memperparah keadaan dan dapat menyebabkan kematian yang lebih cepat.

Maka dari itu, ia mengimbau agar sebaiknya praktik menggerakkan leher hingga berbunyi 'krek' tidak lagi dilakukan baik oleh diri sendiri, teman, tukang cukur, tukang pijat, bahkan oleh orang yang mengaku-aku profesional dan memiliki sertifikat khusus dalam 'bidang' tersebut.

Ia menyarankan kepada siapapun yang memiliki keluhan sakit leher, punggung, pinggang untuk datang ke profesional yang memang telah mengenyam pendidikan kedokteran misalnya spesialis syaraf, spesialis ortopedi, spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi. “Bahkan, tidak ada salahnya jika datang ke dokter umum atau fisioterapis, bukan ke yang lain,” tutup dia.[] sumber: tempo.co

Baca juga: