Kamis, Juli 25, 2024

Yayasan Geutanyoe Rayakan Hari...

LHOKSEUMAWE - Yayasan Geutanyoe merayakan Hari Anak Nasional tahun 2024 bersama 227 anak...

Hendry Ch Bangun Tanggapi...

JAKARTA - Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Hendry Ch Bangun menegaskan,...

Puluhan Personel Polres Aceh...

LHOKSUKON - Polres Aceh Utara melakukan tes narkoba melalui metode tes urine menggunakan...

Ini Kata Abu Razak...

BANDA ACEH – Venue atau tempat pelaksanaan pertandingan 33 cabang olahraga wilayah Aceh...
Beranda Presdir PAG:...

[Wawancara] Presdir PAG: Mengubah Mindset Masyarakat Melalui Program CSR

LHOKSEUMAWE – Presiden Direktur PT. Perta Arun Gas (PAG) Teuku Khaidir mengatakan, dana program corporate social responsibility (CSR) yang dikucurkan perusahaan ini sekitar Rp3 miliar per tahun.

“(Dana) CSR itu bagian dari keuntungan (diperoleh PAG yang sudah dua tahun beroperasi),” ujar Khaidir menjawab portalsatu.com usai meresmikan program CSR (tanggung jawab sosial perusahaan), di Gampong Padang Sakti, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe, Jumat, 10 Maret 2017, sore.  

Di lokasi itu, PAG memerkan hasil budidaya sayuran, ikan, sejumlah kerajinan tangan, dan pembibitan buah naga, durian, cabai, dan tanaman lainnya yang ditangani masyarakat dari desa binaan perusahaan tersebut. Semua itu disebut sebagai program khusus CSR yang berkelanjutan. Dipamerkan pula buku-buku dan sejumlah laptop sebagai perpustakaan masyarakat bagian dari program CSR.

“Kita harapkan nanti masyarakat di sini mindset (pola pikir)-nya berubah. Dulu pingin kerja di PAG, nanti ditawar (kerja di) PAG dia nggak mau, karena hasilnya lebih besar di sini, wirausaha lebih baik,” kata Khaidir.

Berikut petikan wawancara portalsatu.com dan wartawan lainnya dengan Presdir PAG Teuku Khaidir:

Terminal Penerima dan Regasifikasi LNG Arun sudah dua tahun beroperasi (sejak diresmikan pengoperasiannya oleh Presiden Jokowi pada 9 Maret 2015). Apakah hari ini peluncuran program CSR perdana?

PAG sudah empat tahun ya, dan Alhamdullilah ini saat-saatnya ulang tahun. Jadi, dua tahun kita untuk proyek, Alhamdulillah dua tahun sudah beroperasi sejak Maret 2015.

CSR yang sudah kita luncurkan sebenarnya sudah banyak, tapi kadang-kadang kan sporadis gitu ya. Ada orang permintaan, kita kasih bantu masjid, bantu ini. Nah, kalau seperti-seperti itu nggak sustainable.

Ini kami punya program khusus, untuk melakukan program CSR yang sustainable-nya bagus, jadi berkelanjutan. Kita sudah mendidik para jawara-jawara. Sementara ini baru 12 desa di (Kecamatan) Muara Satu dan Banda Sakti, di lingkungan perusahaan.

Selama ini pemerintah daerah berharap ke perusahaan-perusahaan (BUMN) agar program CSR dikoordinasikan supaya tidak tumpang tindih. Sejauh ini ada dikoordinasikan dengan pemda?

Kita koordinasikan, kita sampaikan. Kita sudah ngomong, Pak Wali (Wali Kota Lhokseumawe) siapkan desa buat kami siapkan (program CSR). Jadi, kita cukup baik dengan pemerintah untuk melakukan CSR.

Di 12 desa itu apa saja yang dilakukan?

Di 12 desa tersebut, sama. Ini jawara-jawara, ada 22 orang kader yang sudah kita didik, mereka wakil dari desa-desa itu. Jadi, ada pendidikan wirausaha, pendidikan kader petani. Nanti setiap desa di-sher, desa ini berapa luas (lahan)-nya, bibitnya berapa.

Kader itu untuk mendampingi para petani. Misalnya, desa ‘A’, ada petani lima, nanti kader ini mendampingi para petani itu. Kami rekrut sendiri kader itu. Karena kader itu datang dari desa itu, harusnya terus menerus (memberikan ilmu pengetahuan kepada para petani).

Semua masyarakat mendapatkan atau?

Kita akan menyiapkan sesuai kemampuan dulu. Kita kemampuan berapa, masyarakat adanya berapa, kan tidak semua masyarakat mau kan. Mana yang mau, saya kira kita siapkan.

Dua tahun Terminal Penerima dan Regasifikasi LNG Arun dioperasikan PAG, berapa dana untuk program CSR yang sudah dikucurkan?

Dana CSR sekitar Rp3 miliar per tahun. (Hasil panen sayur, ikan, kerajinan tangan, dan pembibitan sejumlah tanaman yang dipamerkan) ini bagian dari itu.

Artinya PAG sudah memeroleh keuntungan?

CSR itu bagian dari keuntungan.

Target PAG dengan program CSR ini?

Kita harapkan nanti masyarakat di sini mindset-nya berubah. Dulu pingin kerja di PAG, nanti ditawar (kerja di) PAG dia nggak mau, karena hasilnya lebih besar di sini, wirausaha lebih baik.  

Ketika sudah ada produk atau hasil panen dari para petani, untuk pemasarannya bagaimana, karena nilai tambahnya kan pada hasil penjualan?

Nanti kita ada rencana membuat pemasaran yang bagus. Jadi, akan ditampung, akan disuplai kemana, itu sudah ada dalam rencana. Ini kan baru tiga bulan, delapan bulan nanti baru ada hasil. Masih ada lima bulan ke depan kita memikirkan seperti apa pemasaran itu dilakukan.

Sudah ada kerja sama dengan pihak lain untuk pemasaran produk pertanian itu nantinya?

Kami belum, tapi saya yakin bapak-bapak ini sudah punya link, cuma belum kita lakukan kerja sama.[](idg)

Baca juga: