SINGKIL – Para turis yang menuju Pulau Banyak, Aceh Singkil, terpaksa menggunakan boat ikan nelayan sebagai alat transportasi. Dibutuhkan perhatian pemerintah untuk menggenjot wisatawan di daerah tersebut.

“Transportasi belum memenuhi standar operasional. Boat yang digunakan selama ini, itu boat ikan,” kata Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Aceh Singkil, Satiman Berutu, kepada portalsatu.com, Kamis, 3 November 2016.

Selain itu, transportasi yang dipergunakan juga tidak memiliki tempat duduk yang memadai, WC, pelampung dan P3K. Padahal semua hal tersebut sejatinya harus tersedia dalam boat untuk wisatawan.

“Kapal ferry ada satu unit itu memenuhi standar, namun berangkat ke pulau dua kali seminggu kalau tidak rusak,” katanya.

Sementara boat kecil beroperasi dua kali sehari menuju Pulau Banyak dan Pulau Balai. Selama ini masyarakat maupun turis sangat bergantung dengan transportasi yang satu ini.

“Karena tidak ada transportasi yang layak, masyarakat dan turis, mau tidak mau harus pakai jasa boat ikan,” katanya.

HPI Aceh Singkil berharap pemerintah dapat memberikan perhatian khusus untuk mengembangkan wisata Pulau Banyak yang sangat potensial, terutama menyangkut masalah transportasi.

“Jumlah pengunjung baik lokal maupun mancanegara terus meningkat datang ke Pulau Banyak untuk melihat keindahan alam di sana,” katanya.

Satiman mengatakan sejatinya dengan kemenangan Aceh dinobatkan sebagai Wisata Halal Nasional, justru membuat daerah melakukan berbagai persiapan dan perbaikan sarana dan prasarana. Hal ini untuk mendorong Pulau Banyak menjadi destinasi wisata, baik untuk turis lokal maupun turis mancanegara.[]

Laporan: Sudirman