Selasa, Juli 23, 2024

Dinkes Gayo Lues Keluhkan...

BLANGKEJEREN - Dinas Kesehatan Kabupaten Gayo Lues mengeluhkan proses pencairan keuangan tahun 2024...

H. Jata Ungkap Jadi...

BLANGKEJEREN – H. Jata mengaku dirinya ditunjuk Menteri Dalam Negeri (Mendagri) menjadi Pj....

Bandar Publishing Luncurkan Buku...

BANDA ACEH - Penerbit Bandar Publishing Banda Aceh meluncurkan sekaligus dua karya Dr....

Rombongan Thailand Selatan Kunjungi...

BANDA ACEH – Delegasi dari berbagai lembaga di Thailand Selatan mengunjungi Kantor Partai...
BerandaBerita SubulussalamYARA Subulussalam Ingatkan...

YARA Subulussalam Ingatkan Pemerintah Terkait Dampak Pembangunan PLTA

SUBULUSSALAM – Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Kota Subulussalam menyoroti rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Lae Kombih yang berpotensi mempengaruhi kerusakan lingkungan seperti taman hutan rakyat Lae Kombih, hutan endemik yang terdapat pohon kapur.

“Taman hutan rakyat Lae Kombih adalah salah satu hutan endemik Pohon Kapur di dunia yang kekayaan alam ini harus kita jaga bersama, kehadiran PLTA tersebut tentu akan sedikit mempengaruhi kondisi lingkungan yang ada,” kata Ketua YARA Perwakilan Kota Subulussalam, Edi Sahputra Bako kepada portalsatu.com, Senin, 10 Oktober 2022.

YARA pertanyakan apakah izin lingkungan pembangunan PLTA ini sudah ada apa belum terkait dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (Amdal) serta Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) proyek PLTA tersebut.

Sebab, kata Edi, keberadaan pepohonan dan kekayaan alam di dalamnya jangan sampai dirusak. Selain itu, kehadiran PLTA ini tentunya nanti membuat debit air Lae Kombih semakin kecil karena adanya bendungan air nantinya.

“Sehingga dikhawatirkan perkembangan ikan akan terganggu dan terancam keanekaragaman jenis ikan akan punah karena ikan berkembang biaknya di hulu sungai, tentu itu sangat mempengaruhi bagi perekonomian masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan,” ungkap Edi.

Untuk itu seharusnya ada kajian ahli yang kompeten dan independen tentang dampak lingkungan ketika PLTA ini dibangun yang dijabarkan secara visual. Hal ini, kata Edi harus dijelaskan secara utuh oleh ahlinya agar bisa dimengerti publik serta bagaimana solusinya.

“YARA meminta Wali Kota Subulussalam melibatkan pengaruh publik dalam hal ini atau lebih terbuka dengan melibatkan unsur publik seperti lembaga publik, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan lainya,” katanya.

Dengan demikian, kata Edi, kehadiran proyek ini dapat diterima oleh semua pihak dan mengecilkan potensi negatif yang menghadirkan konflik.

“Kita sepaham untuk mendukung kehadiran investor di Negeri Sada Kata namun hari ini warga Subulussalam harus dapat diyakinkan dengan kajian yang logis, sehingga bisa melihat bahwa pembangunan PLTA ini lebih banyak manfaat dari pada petakanya,” pungkas Edi.[]

 

 

 

Baca juga: