SUBULUSSALAM – Beberapa anggota dewan terlibat perang argumentasi dan saling klaim ada dan tidaknya rapat tindak lanjut penentuan pembentukan fraksi usai penutupan orientasi kemarin di Banda Aceh.
Pandangan berbeda datang dari H. Zainuddin, politikus senior dari Demokrat meminta rekan-rekannya di DPRK Subulussalam agar segera mengakhiri perang argumentasi dan tidak memperpanjang polemik, karena justru merusak nama baik lembaga terhormat ini di mata publik.
“Malu kita jika polemik ini terus berlanjut, kita di sini sebanyak 20 orang posisinya sama semua. Tidak perlu ada yang merasa ini lebih hebat, itu lebih hebat, sama pilihan rakyat semua,” kata Zainuddin yang tergabung dalam koalisi Fraksi Sada Kata, Jumat 27 September 2019.
Zainuddin berharap dalam penentuan penetapan fraksi DRRK dilakukan secara musyawarah mupakat, agar segera dilakukan di Kota Subulussalam sepulang mengikuti orientasi. Jika pun tidak ada titik temu nantinya, ada tatib yang mengantur untuk mengambil langkah berikutnya seperti voting.
“Kalau rapat di Banda Aceh kemarin itu rapat-rapat fraksi saja, bukan rapat dewan penentuan penetapan fraksi. Itu nanti dilaksanakan di Subulussalam,” kata Zainuddin yang juga hadir dalam pertemuan tersebut.
Zainuddin berharap para legislator saling menghargai satu sama lainnya, agar terciptanya hubungan harmonis sesama anggota dewan, jangan sampai terjadi perpecahan di tubuh lembaga terhormat itu.
“Kalau mau nyaman bekerja kita jangan saling gontok-gontokan, kalau ribut di dalam, siapa yang memperhatikan rakyat kita,” ungkap Zainuddin yang sudah tiga periode menjabat anggota dewan, satu periode masa Aceh Singkil, dua periode di DPRK Subulussalam.[]



