ACEH UTARA – Lima komisioner Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Utara periode 2018-2023 menggelar pertemuan dengan para staf, di Aula Kantor KIP setempat, Jumat, 13 Juli 2018.

Pertemuan dipimpin Sekretaris KIP Aceh Utara, Hamdani, dihadiri lima komisoner KIP, Zulfikar, Fauzan Novi, Muhammad Sayuni, Muhammad Usman, dan Munzir. Pertemuan tersebut untuk perkenalan para kasubbag dan seluruh staf Sekretariat KIP dengan lima komisioner baru. Pertemuan dilanjutkan membahas proses tahapan pencalonan bakal calon legislatif (bacaleg).

Sebelumnya, lima komisioner KIP mengadakan rapat pleno penyusunan dan pembagian divisi serta penentuan ketua, usai mereka dilantik oleh Bupati Aceh Utara, Kamis, 12 Juli 2018. Hasilnya, Zulfikar terpilih sebagai Ketua KIP Aceh Utara.

“Hari ini kita melakukan silaturahmi dengan para staf sekretariat KIP dengan tujuan untuk pelaksanaan proses tahapan pencalonan bakal calon legislatif dapat berjalan dengan baik. Tentunya kita berharap melalui tahapan ini dapat memaksimalkan proses pendaftaran dari masing-masing peserta pemilu,” kata Ketua KIP Aceh Utara, Zulfikar, kepada portalsatu.com/, usai pertemuan itu.

Zulfikar menyebutkan, sampai saat ini belum ada partai politik peserta Pemilu 2019 yang mendaftarkan bacaleg ke KIP Aceh Utara. Akan tetapi, ada beberapa pengurus parpol sekadar mengonsultasikan tentang pendaftaran bacaleg.

“Kita akan menunggu sesuai jadwal pendaftaran bacaleg yang sudah ditentukan, yaitu 4-17 Juli 2018. Untuk pengajuan kuota bacaleg DRPK Aceh Utara berdasarkan surat edaran KPU RI, bagi partai politik lokal peserta pemilu dapat memuat sebanyak 120 persen dari jumlah kursi pada setiap daerah pemilihan yang telah ditetapkan oleh KPU. Sedangkan partai politik nasional kuota caleg maksimal 100 persen dan mengacu pada aturan nasional,” ujar Zulfikar.

Zulfikar berharap partai politik baik parlok maupun parnas segera mendaftarkan bacaleg ke KIP Aceh Utara mengingat batas waktu hampir berakhir.

“Saat ini kita sedang memfokuskan tahapan pencalonan bacaleg. Selain itu, menentukan jadwal uji baca Alquran untuk peserta pemilu, yang nantinya akan kita sesuaikan kembali bersama staf atau sekretariat KIP,” kata Zulfikar.[]