Kamis, Juli 25, 2024

Cari HP di Bawah...

Mencari HP dengan harga terjangkau namun tetap memiliki performa yang handal memang bisa...

Siswa Diduga Keracunan Selepas...

SIGLI - Jumlah siswa yang dirawat akibat dugaan keracunan setelah konsumsi nasi gurih...

Spanduk Dukungan Bustami Maju...

LHOKSEUMAWE - Sejumlah spanduk berisi dukungan kepada Bustami Hamzah untuk mencalonkan diri sebagai...

Yayasan Geutanyoe Rayakan Hari...

LHOKSEUMAWE - Yayasan Geutanyoe merayakan Hari Anak Nasional tahun 2024 bersama 227 anak...
Beranda13 Ormas dan...

13 Ormas dan LSM akan Gelar Aksi Akbar Tolak Patung Tari Dampeng

SUBULUSSALAM – Sebanyak 13 Ormas dan LSM tergabung dalam Gerakan Kawal Fatwa (GKF) Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh akan menggelar aksi akbar pada Jumat mendatang sebagai bentuk protes dan penolakan pembangunan patung Tari Dampeng senilai Rp1,9 miliar yang telah dialokasikan dalam APBK Subulussalam tahun 2017.

Rencana aksi besar-besaran tersebut berdasarkan keputusan musyawarah GKF MPU Aceh menyikapi pembangunan patung di Kecamatan Rundeng dan Simpang Kiri, dilaksanakan di Rumah Suluk Baitussalikin, Kampong Subulussalam Selatan, Kecamatan Simpang Kiri, Subulussalam, Jumat, 12 Mei 2017, sekitar pukul14.00 WIB.

“Musyawarah tadi melahirkan keputusan untuk melakukan aksi akbar bela Syariat Islam di Kota Subulussalam pada Jumat depan,” kata Koordinator GKF MPU Aceh, Edi Sahputra melalui siaran pers diterima portalsatu.com, Jumat, sore.

Musyawarah dihadiri Nahdlatul Ulama (NU), Front Pembela Islam (FPI), Ikatan Alumni Pesantren Darul Muta'alimin Tanah Merah (IKA PDM), Persaudaraan Muslimin Indonesia (PARMUSI), Lembaga Pemantau Kebijakan untuk Publik (LP KaPuR), Gerakkan Masyarakat Pembebasan (GEMPA), Lumbung Informasi Rakyat (LIRA), Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA), Forum Komunikasi Anak Bangsa (FORKAB), Pos Perjuangan Rakyat (POSPERA), Pemantau Korupsi dan Penyelamat Harta Negara (PERLAHAN), Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (HIMMAH), Gerakan Anak Subulussalam (GAS). Selain itu, pertemuan juga dihadiri pemimpin dayah dan tokoh masyarakat.

Ia mengatakan aksi tersebut akan dilakukan dengan jumlah masa yang banyak jika pemerintah setempat tidak menghancurkan patung di Rundeng dan tidak membatalkan rencana pembangunan 10 unit patung di kawasan kota tepatnya di Simpang Jalan Malikussaleh.

Edi Sahputra mengatakan selama ini GKF MPU Aceh sudah melakukan langkah persuasif berupa mediasi, termasuk menggelar aksi petisi. Namun belum ada tanggapan pemerintah untuk merobohkan patung di Rundeng. Bahkan, pemerintah berencana menambah bangunan patung Tari Dampeng di Simpang Kiri yang menelan anggaran miliaran rupiah.[]

Baca juga: