SUBULUSSALAM – Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kota Subulussalam H. Qaharuddin, S.Ag., secara khusus menghubungi portalsatu.com, Senin, 17 April 2017, sore. ia meminta kepada masyarakat yang menolak pembangunan Patung Dampeng jangan mengadu domba ulama dan umara.

“Saya mengimbau kepada masyarakat jangan mengadu domba ulama dan umara, itu tidak baik,” kata Qaharuddin melalui sambungan telepon seluler miliknya.

Imbauan itu disampaikan H. Qaharuddin setelah ia mendapat informasi bahwa namanya disebut-sebut mengatakan kalimat yang merendahkan pejabat di Subulussalam saat pertemuan antara anggota DPRK bersama massa dari Gerakan Kawal Fatwa (GKF) MPU Aceh di gedung DPRK setempat.

“Saya mendapat kabar, nama saya disebut-sebut pernah mengatakan 'pejabat Subulussalam bicara syariat Islam hanya di bibir saja, sementara di hati berkata lain'. Itu berkembang dalam pertemuan tadi. Saya terkejut ketika mendengar kabar itu,” kata Qaharuddin.

Qaharuddin secara tegas membantah bahwa dirinya tidak pernah pengeluaran kata-kata “seburuk” itu terhadap pejabat, apalagi dengan Wali Kota Subulussalam selaku pemimpin daerah. Ia mengaku siap dikonfrontir dengan seseorang yang mengucapkan kalimat tersebut.

“Itu sama saja mengadu domba ulama dan umara, jangan, jangan. Tidak boleh begitu, saya tidak pernah mengatakan hal itu. Bawa dia jumpa sama saya,” kata Qaharuddin.

Qaharuddin mengaku sudah mengirim pesan singkat (SMS) kepada Wali Kota H. Merah Sakti untuk mengklarifikasi bahwa dirinya tidak pernah mengatakan hal tersebut seperti yang berkembang tadi siang di gedung dewan.

“Saya sudah SMS Pak Wali Kota untuk menjelaskan itu tidak benar. Pak Wali balas SMS saya, beliau juga tidak percaya dengan ucapan tersebut,” ungkap Qaharuddin.[]