BANDA ACEH – Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman mengingatkan warganya untuk tidak terlalu larut dalam kesedihan dan harus kembali bangkit dengan melakukan perubahan-perubahan yang lebih baik. Hal itu diungkapkannya saat memperingati 13 tahun peristiwa gempa dan tsunami yang digelar di pemakaman massal Ulee Lheue, Banda Aceh, Selasa, 26 Desember 2017.

“Hari ini sudah 13 tahun, kita harus memulai dan terus berbenah diri, harus memperbaiki serta tidak boleh larut dengan musibah ini, cobalah kita memulai untuk menempuh hidup baru, supaya kita keluar dari bencana yang pernah kita alami,” ungkapnya.

Peristiwa yang melanda Aceh lebih dari satu dekade tersebut kata Aminullah, harus dijadikan suatu iktibar oleh warga untuk selalu mengingat Allah. Oleh karena itu, dia mengajak warga Kota Banda Aceh untuk lebih berikhtiar kepada Yang Maha Pencipta, di antaranya memperkuat keimanan dan penegakan syariat Islam di Aceh.

“Musibah ini tidak bisa dihindari dan musibah itulah yang ditunjukan oleh Allah Swt sebagai kebesarannya,” ujarnya.

“Agar pengalaman yang lalu, peristiwa yang terjadi ini tidak terjadi lagi di Aceh. Ini harus kita jauhi pelanggaran-pelanggaran syariat. Maka oleh karena itu, kita harapkan kepada warga untuk menguatkan syariat Islam, sehingga kita selalu dijauhkan dari musibah yang seperti ini,” ujarnya lagi.

Selain itu, dia mengharapkan kepada warga agar saling membantu dan bahu membahu untuk bangkit.

“Kemudian juga kita harapkan kepada warga yang sudah kuat, yang sudah memiliki kemampuan, marilah kita lihat orang-orang di sekitar kita yang masih lemah dan perlu perharian kita, supaya kita bisa hidup bersama, bisa bangkit untuk lebih baik,” katanya.

Sehubungan dengan itu, pemerintah kota diakui Aminullah telah berupaya untuk meminimalisir korban apabila bencana gempa dan tsunami terjadi lagi kedepannya.

“Ke depan, bila ada gempa yang berkekuatan tinggi, khususnya di Banda Aceh, sudah mempersiapkan jalur evakuasi kemudian juga menyediakan gedung escape building untuk menyelamatkan diri,” ujarnya.[]