BANDA ACEH — Kuburan massal tsunami menjadi tujuan para peziarah setiap tanggal 26 Desember. Mereka yang datang tak hanya dari Banda Aceh dan sekitarnya saja, tapi juga dari berbagai kabupaten di Aceh.

“Setiap tahun kami selalu mengunjungi makam Ulee Lheue ini, tadi juga sudah berziarah ke makam Siron, karena kami yakin di dua kuburan massal ini ada keluarga kami yang dikuburkan,” ujar Dewi Citra, warga Lampaseh Kota Banda Aceh, kepada portalsatu.com/, Selasa, 26 Desember 2017.

Dewi menceritakan, detik-detik sesaat tsunami terjadi ia sedang menikmati kopi pagi. “Pas gempa kopinya tumpah, dan kami sekeluarga berpencar saat itu,” katanya.

Peristiwa itu kata dia, telah merenggut nyawa suami dan anaknya. Suaminya kata Dewi, dibawa ke Medan dan dikebumukan di sana sementara anaknya tidak diketahui.

“Namun ada informasi dari tetangga yang melihatnya, sudah dimakamkan di kuburan massal di Siron Aceh Besar,” kata Dewi Citra.

Warga lainnya, Siska, yang kini menetap di Medan juga menziarahi kuburan massal Ulee Lheue untuk mengirimkan kepada keluarga yang menjadi korban tsunami.

“Kami datang dari Medan, khusus untuk ziarah ke makam ini, karena ibu saya dikuburkan di sini bersama adik saya,” sebut Siska.

Setiap tahun keluarganya selalu datang menziarahi kuburan massal ini, tidak hanya sewaktu peringatan tsunami, tapi pada saat lebaran juga datang ke makam Ulee Lheu dan makam di Siron Aceh Besar.

Ada juga Nuraini yang dari Kuala Simpang, Aceh Tamiang. Ia mengaku banyak keluarganya yang dulu berdomisili di Banda Aceh meninggal dunia akibat musibah tersebut.

“Kami datang dari Aceh Timur, tadi pagi tiba di Banda Aceh, langsung berkunjung untuk berziarah ke mari,” kata Nuraini yang datang bersama keluarganya dari Aceh Timur.

Menurutnya, ia selalu teringat keluarganya, sehingga setiap tahun selalu menyempatkan waktu untuk berziarah, selain firasat bahwa anaknya berada di makam Ulee Lheu.

Ummi Kalsum, kakak Nuraini juga sempat beberapa kali terbawa mimpi, bahwa anak satu-saatnya dimakamkan di Ulee Lheue.

Tak hanya diziarahi umat Islam, kuburan massal tsunami juga menjadi tujuan ziarah umat lain. Seperti umat Buddha yang terlihat memasang dupa di area kuburan.

“Setiap tahun selalu menziarahi kuburan massal, bukan hanya di kuburan massal Ulee Lheue saja, tapi juga yang di Siron karena banyak keluarga saya yang dikuburkan di dua tempat ini,” ujar Awi, warga Tionghoa yang berdomisili di Keudah, Banda Aceh sambil membakar dupa.

Amatan portalsatu.com/, di kuburan massal Ulee Lheue pagi tadi banyak warga berdatangan. Mereka berdoa dan menaburkan bunga di sebuah batu besar yang menjadi pusara bagi jasad korban tsunami yang dikebumikan di sana.

Sementara itu belawan kaum perempuan setempat terlihat membagi-bagikan air bunga di depan gerbang, mereka juga membagikan bunga, dan air mineral bagi para pengunjung secara gratis.[]