SIGLI – Sebanyak 142 gampong dari 730 gampong di Kabupaten Pidie saat ini dipimpin Penjabat (Pj.) Keuchik lantaran Keuchik definitif sudah habis masa jabatan.
Banyaknya jumlah gampong dipimpin Pj. Keuchik disebabkan tidak bisa dilaksanakan Pemilihan Keuchik pada tahun 2024 lalu. Pasalnya, saat itu sedang berlangsung tahapan Pemilihan Kepada Daerah (Pilkada) Gubernur-Wakil Gubernur Aceh dan Bupati-Wakil Bupati Pidie.
Hal itu dikatakan Kepala Bagian (Kabag) Pemerintahan Kabupaten Pidie, Almanza, kepada portalsatu.com/, Senin, 21 April 2025.
“Hingga saat ini, sudah 142 gampong di Kabupaten Pidie dipimpin penjabat yang berasal dari aparatur sipil negara (ASN),” kata Almanza sembari menambahkan pada akhir tahun 2025 ada 29 Keuchik habis masa jabatan.
Dari 142 gampong, hanya dua gampong yang sudah melaksanakan Pemilihan Keuchik, yakni Gampong Lamkuta, Kecamatan Pidie, dan Gampong Neulhop, Kecamatan Delima. Sedangkan sisanya hingga saat ini belum ada kejelasan pelaksanaan pemilihan.
“Ada dua gampong yang sudah melaksanakan pemilihan, Gampong Lamkuta, Kecamatan Pidie sudah dilaksanakan 16 April 2025, dan Neulhop, Kecamatan Delima tanggal 21 April 2025,” ungkap Almanza.
Almanza meminta Pj. Keuchik segera melakukan persiapan Pemilihan Keuchik di gampong yang dipimpinnya. Salah satu tugas Pj. Keuchik melaksanakan Pemilihan Keuchik definitif, selain menjalankan roda pemerintahan setelah Keuchik habis masa jabatan.
Bupati melalui dirinya, lanjut Almanza, meminta kepada para Camat dan Pj. Keuchik untuk segera mempersiapkan tahapan Pemilihan Keuchik, sehingga dalam beberapa bulan ke depan diharapkan semua gampong sudah dipimpin Keuchik definitif.
“Kami sudah mengirimkan surat yang ditandatangani Pak Wakil Bupati, Alzaizi tertanggal 24 Februari 2025, kepada para Camat di 23 kecamatan agar para Pj. Keuchik dapat mengalokasikan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Gampong (APBG) untuk kegiatan pemilihan,” jelasnya.[]





