SUBULUSSALAM – Wali Kota Subulussalam, H. Affan Alfian Bintang, S.E memantau langsung kondisi banjir di Kecamatan Rundeng, Sabtu, 5 November 2022. Sedikitnya 15 desa di bantaran Lae (Sungai) Souraya itu terendam banjir akibat tingginya curah hujan di kota ini sejak seminggu terakhir.
Affan Alfian turun ke lokasi banjir didampingi Wawako Drs. Salmaza, Dandim Letkol Inf Arianto Sunu Kuncoro, Kepala Dinas Sosial Hotma Capah, Kepala BPBD Ramadhan, Kepala Dinas PUPR Alhaddin dan unsur muspika Rundeng.
Sebelum mengecek langsung kondisi banjir, Wali Kota Affan Alfian menyerahkan bantuan masa panik berupa 500 paket makan siap saji, lauk pauk, makanan anak, beras, telor dan mie instan. Selain itu, TP PKK Kota Subulussalam juga menyerahkan bantuan sembako, beras, minyak goreng, telor ayam dan mie instan.

Bantuan itu diterima oleh Camat Rundeng Ihsan Dapit selanjutkan diserahkan ke desa-desa yang terdampak banjir, untuk stok makanan yang dipusatkan di dapur umum desa yang terkena banjir. Kadis Sosial Hotma Capah mengatakan, status banjir masih di posisi siaga dan belum darurat, warga masih berada di rumah masing-masing belum ada yang mengungsi karena kondisi banjir tidak begitu parah merendam rumah warga.
Usai penyerahan bantuan, Wali Kota Affan Alfian mengecek kondisi banjir di Desa Muara Batu-batu sampai ke Panglima Sahman menggunakan mobil land cruiser prado dikawal petugas Dinas Perhubungan menggunakan mobil double cabin.

Pantauan portalsatu.com/ di lokasi terdapat beberapa titik dengan kedalaman air mencapai sekitar satu meter di atas badan jalan seperti di Desa Muara Batu-batu dan Panglima Sahman. Akibatnya kendaraan roda empat dan dua tidak bisa melintas.
Sejumlah pengendara roda dua dari arah Panglima Sahman menuju Desa Pasar Rundeng atau sebaliknya, harus menggunakan rakit pada titik tertentu yang kedalamanya mencapai sekitar satu meter.

Biaya rakit satu sepeda motor bervariasi mulai dari Rp10.000, Rp15.000, Rp20.000 hingga mencapai Rp25.000 tergantung seberapa jauh rakit membawa penumpang di lokasi banjir tersebut. Untuk akses transportasi satu kali perjalanan bisa merogoh kocek hingga Rp85.000 sampai Rp95.000 seperti pengakuan beberapa warga yang ditemui di lokasi banjir.
Saat mengecek lokasi banjir, Affan Alfian terlihat berbincang-bincang dengan masyarakat yang terjebak banjir. Bintang kadang juga ikut membantu menaikan dan menurunkan sepeda motor warga dari rakit, pada saat itu ia juga terlihat membayar ongkos rakit warga saat mengecek banjir di Panglima Sahman.
“Hari ini kami meninjau langsung kondisi banjir di Rundeng, sekaligus mengantarkan bantuan masa panik untuk posko-posko setiap desa yang terdampak banjir,” kata Wali Kota Bintang di lokasi banjitlr tepatnya Desa Panglima Sahman.

Ia menyebutkan sengaja menorobos banjir menggunakan mobil gerdang dua jenis parado sampai ke Panglima Sahman untuk melihat langsung kondisi banjir yang dialami masyarakat. Dalam penanganan banjir, Bintang mengaku telah menyurati pihak provinsi dan pemerintah pusat untuk mengatasi banjir dengan pembangunan tanggul Lae Souraya atau meninggikan badan jalan.
Bintang menyebutkan upaya mengatasi banjir seperti di lokasi persawahan di Desa Cipare-pare, Sultan Daulat berhasil dilakukan dengan normalisasi Sungai Penutungan sepanjang delapan kilometer. Kini, ia berupaya mengatasi banjir yang kerap merendam ruas jalan di Rundeng, khusus akses jalan di beberapa desa yang berada di Daerah Aliran Sungai (DAS).
“Mudah-mudahan hal yang sama bisa kita lakukan, kami sudah mengusulkan ke provinsi dan pusat, program penanganan banjir di Rundeng. Kasihan masyarakat akses transportasi lumpuh total, mereka tidak bisa beraktivitas, akses jalan terendam banjir di beberapa titik kedalaman air mencapai satu meter,” ucap suami Hj. Mariani Harahap ini.

Salah seorang warga yang ditemui di lokasi banjir, Sartika yang sedang melakukan perjalanan dari Desa Pasar Rundeng menuju ke Desa Lae Mate lama mengaku harus mengeluarkan uang Rp85.000 sekali perjalanan biaya ongkos rakit saat melewati beberapa titik banjir.
Ia bersama temannya berharap pemerintah bisa mengatasi banjir, terutama pada badan jalan agar aktivitas masyarakat tidak lumpuh total. Pasalnya, sejak banjir dalam beberapa hari terakhir, masyarakat harus mengeluarkan biaya besar saat perjalanan ke pusat kecamatan di Rundeng, harus menaiki sepeda motor ke atas rakit saat melewati banjir.
“Berat banget, banyak uang keluar selama banjir ini, harapan kami kalau bisa di atas jalan ini airnya jangan tinggi sampai seperti ini tidak bisa lewat honda, maunya jalan ini ditinggikan lagi pak” pungkas Sartika di hadapan Wali Kota Affan Alfian di lokasi banjir Desa Panglima Sahman.[]








