SIGLI – Masyarakat Pidie dikenal sebagai masyarakat perantau, jumlah penduduk Pidie yang pulang dari rantau selama wabah Coronavirus Disease-2019 (Covid-19) sampai Kamis, 9 April 2020 tercatat sebanyal 1.611 orang. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus meningkat menjelang puasa Ramadan dan mudik lebaran idul fitri.

Hal itu diungkapkan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pidie, Efendi. Menurutnya, para perantau yang pulang kampung tersebut diisolasi di rumah masing-masing di setiap kampung, karena Pemkab Pidie belum menyediakan tempat isolasi khusus.

“Sejauh ini para warga yang baru pulang hanya dianjurkan untuk karantina mandiri di rumah masing-masing, karena belum ada tempat yang disediakan pemerintah untuk karantina,” jelas Efendi.

Sementara itu Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pudie selaku ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pidie,  Dewan Ansari,  menilai tempat karantina belum mendesak di Pidie, karena masih bisa dilakukan karantina mandiri di rumah.

“Belum ada tempat karantina yang disediakan pemerintah,  karena kami nilai belum mendesak. Jika sudah mendesak pemerintah siap menyediakan tempat karantina,” jelasnya.

Dewan Ansari menambahkan, sebelumnya dalam rapat koordinasi Sekda Pidie, Idhami dengan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Pidie memang sudah disepakati menggunakan  gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB)  Bambi, Kecamatan Peukan Baro sebagai lokasi karantina para pendatang dan perantau yang baru pulang. “Tapi itu baru sebatas disepakati, belum ditetapkan,” pungkasnya. [**]