SUBULUSSALAM – Sebanyak 38 santri dan santriwati Ulumul Quran (UQ) Pondok Pesantren (Dayah) Mardhatillah mengikuti Wisuda Tahfizh 30 Juz berlangsung di kompleks dayah tersebut, Desa Belegen, Simpang Kiri, Kota Subulussalam, Kamis, 11 Juli 2024.
Dalam Wisuda Tahfizh yang dibuka langsung Pj Wali Kota Subulussalam, Azhari, S. Ag., M.Si itu, para wisudawan dan wisudawati tampil di panggung utama mengikuti sesi tes hafalan atau pertanyaan sambung ayat dari sejumlah undangan yakni Antoni, Anggota DPRK terpilih, Jaminuddin, Mantan Ketua MPD Kota Subulussalam dan Anggota DPRA Hj. Asmidar, S. Pd.
Mendapat pertanyaan sambung ayat tersebut, tiga santriwati tampil menjawab dengan bacaan alquran sesuai tajwid dan makhrajnya. Tes hafalan ini disaksikan Ketua Yayasan Syahrzial Putra Chaniago, S.H dan Pimpinan Pondok Mardhatillah Tgk. Amiruddin Zulfarsi, S. T.H para orang tua wali murid serta ratusan undangan lainnya.

Pj Wali Kota Azhari mengapresiasi Ponpes Mardhatillah, yang telah mampu melahirkan puluhan tahfizh 30 juz, hal ini sejalan dengan semboyan Subulussalam sebagai Kota Santri, di mana pesantren diharapkan mampu memproduksi generasi yang mampu membaca dan menghafal alquran 30 juz.
Menurutnya, sesorang yang hafal alquran akan memiliki karakter yang sangat kuat, genasi muda Kota Subulussalam, harus menjadi generasi yang kuat dalam kepribadian, sehingga akan menjadi generasi sukses di masa-masa mendatang.
"Seorang anak santri, memiliki pribadi yang kuat, memiliki kecerdasan emosional yang kuat, dan akan menjadi orang-orang yang sukses ke depan," ungkap Azhari.
Dalam kesempatan itu, Azhari juga mengapreasisi pimpinan pesantren, para ustadz dan ustadzah yang telah mempu melahirkan puluhan santri hafal alquran 30 juz. Tak lupa, ia mendokan Pesantren Mardhatillah semakin maju berjalan dengan baik, mampu memprotek generasi muda Islam yang hafal alquran.[]




